Minggu, 31 Mei 2009

You Have Two Choices

Jerry is the manager of a restaurant. He is always in a good mood. When someone would ask him how he was doing, he would always reply, "If I were any better, I would be twins!"

Many of the waiters at his restaurant quit their jobs when he changed jobs, Why? Because Jerry was a natural motivator. If an employee was having a bad day, Jerry was always there, telling the employee how to look on the positive side of the situation.

Seeing this style really made me curious, so one day I went up to Jerry and asked him:"I don't get it! No one can be a positive person all of the time. How do you do it?"


Jerry replied, "Each morning I wake up and say to myself, I have two choices today.
I can choose to be in a good mood or I can choose to be in a bad mood.
I always choose to be in a good mood.
Each time something bad happens, I can choose to be victim or I can choose to learn from it. I always choose to learn from it.
Every time someone comes to me complaining, I can choose to accept their complaining or I can point out the positive side of life.
I always choose the positive side of life."

"But it's not always that easy,“ I protested.

"Yes it is," Jerry said.

"Life is all about choices. When you cut away all the junk every situation is a choice.
You choose how you react to situations.
You choose how people will affect your mood.
You choose to be in a good mood or bad mood.
It's your choice how you live your life."

Several years later, I heard that Jerry accidentally did something you are never supposed to do in the restaurant business. He left the back door of his restaurant open, And then ??? In the morning, he was robbed by three armed men.

While Jerry trying to open the safe box, his hand, shaking from nervousness, slipped off the combination. The robbers panicked and shot him. Luckily, Jerry was found quickly and rushed to the hospital.

After 18 hours of surgery and weeks of intensive care, Jerry was released from the hospital with fragments of the bullets still in his body.…

I saw Jerry about six months after the accident.
When I asked him how he was, he replied, "If I were any better, I'd be twins. Want to see my scars?"
I declined to see his wounds, but did ask him what had gone through his mind as the robbery took place.
"The first thing that went through my mind was that I should have locked the back door," Jerry replied.
"Then, after they shot me, as I lay on the floor, I remembered that I had two choices: I could choose to live or could choose to die. I chose to live."

"Weren't you scared“ I asked?
Jerry continued, "The paramedics were great. They kept telling me I was going to be fine.
But when they wheeled me into the Emergency Room and I saw the expression on the faces of the doctors and nurses, I got really scared. In their eyes, I read 'He's a dead man.' I knew I needed to take action."

"What did you do?" I asked.
"Well, there was a big nurse shouting questions at me," said Jerry.
"She asked if I was allergic to anything."
'Yes,' I replied.
The doctors and nurses stopped working as they waited for my reply.
I took a deep breath and yelled, 'Bullets!'
Over their laughter, I told them, 'I am choosing to live. Please operate on me as if I am alive, not dead'."

Jerry lived thanks to the skill of his doctors, but also because of his amazing attitude.
I learned from him that every day you have the choice to either enjoy your life or to hate it.
The only thing that is truly yours -- that no one can control or take from you-is your attitude, so if you can take care of that, everything else in life becomes much easier.

Author: Michael Bowen

Sabtu, 30 Mei 2009

Hati-hati Modus Baru Perkosaan

Awas, waspadai cara baru pemerkosaan terhadap wanita. Kisah tragis ini dialami oleh seorang karyawati yang baru pulang dari kantornya, sebut saja namanya Dewi. Dia merasa iba melihat ada anak kecil yang menangis tersedu-sedu di jalanan yang ramai kendaraan. sSetelah didekati dan ditanya, anak itu mengaku tersesat tidak tahu jalan pulang ke rumahnya.


Dengan menunjukkan selembar kertas berisi alamat rumahnya, Anak itu pun meminta diantarkan pulang. Meskipun dia belum begitu paham di mana alamat itu berada, tanpa pikir penjang, dewi pun tidak keberatan atas permintaan itu. Yang terpikir saat itu hanya merasa kasihan, apalagi ekspresi anak itu memang benar-benar seperti sedang kebingungan.

Setelah beberapa saat mencari alamat yang ada di kertas itu, Dewi akhirnya menemukan rumah tinggal si anak. Meskipun nampak seeprti rumah tak terurus dan tak berpenghuni, Dewi tidak sempat menaruh curiga. Apalagi anak itu juga yang menunjukkan rumahnya.

Tak menunggu lama, Dewi memencet bel berukuran lumayan besar yang dipasang cukup menonjol di dekat pingtu rumah itu. Namun ketika tangan Dewi baru saja menggapai bel itu, dia kaget, terpental dan tidak sadarkan diri. Ternyata bel itu bertegangan listrik sangat tinggi.

Dewi baru sadar di hari berikutnya dengan kondisi yang mengenaskan. Ia mendapati dirinya dalam keadaan telanjang dalam sebuah rumah kosong. Dia tidak pernah tahu siapa orang yang memperkosanya.

Sumber : Info Kamtibmas, edisi Perdana November'08

Sungguh tragis pengalaman yang diderita oleh Dewi, kebaikan hatinya ternyata berujung pada malapetaka. Kisah tersebut memberikan pelajaran pada kita untuk selalu berhati-hati dan tetap waspada. Orang-orang yang berpikiran jahat selalu mencari celah dan kesempatan untuk memanfaatkan kelengahan kita.

Saran saya kalau menemukan modus seperti di atas, atau hal-hal yang serupa, jangan bertindak sendirian. Laporkan saja kepada pihak yang berwenang (Polisi). Insya Allah niat baik kita akan tetap tercatat sebagai amal ibadah di sisi Allah. Selain itu kita tetap aman bukan :)

Penghuni Surga



Pada suatu hari Rasulullah SAW ditanya oleh seorang nenek "Ya Rasulullah apakah nanti saya akan masuk surga?", Rasulullah menjawab "Nenek tidak akan masuk surga", mendengar hal itu sang nenek pun menangis sedih, dan Rasulullah melanjutkan "Karena di dalam surga tidak ada nenek-nenek semuanya akan kembali menjadi muda dan tampan/cantik".


Ketika selesai sholat Jumat kemarin, saya kembali teringat dengan cerita di atas. Sangat menarik bahwa ketika kita dibangkitkan kembali dan setelah dilakukan Hisab/Perhitungan atas amal ibadah kita di pengadilan tertinggi dan teradil, yaitu pengadilan Allah SWT. Hamba Allah yang masuk ke surga akan kembali menjadi muda dengan rupa yang tampan/cantik. Subhanallah, Allah Maha Kuasa, sangat mudah bagi-Nya untuk mengembalikan kita ke keadaan yang sempurna, muda dan tampan/cantik. Namun mengapa demikian?

Saya cukup lama memikirkan hal tersebut, lalu terbersitlah pemikiran seperti ini :d

Manusia terdiri atas Ruh dan Jasad. Apakah di antara kita ada yang mengetahui wujud ruh kita? ketika kita menjadi tua, apakah ruh kita juga tua? apakah ketika anak Adam memiliki jasad yang cacat menurut pandangan manusia, maka Ruhnya juga cacat?

Menurut pemikiran saya tidak, Ruh kita tetaplah utuh dan sempurna. Yang menjadikan Ruh menjadi caacat adalah penyakit hati dan melanggar perintah Allah. Makanan yang menjadi asupan tubuh kita, olahraga dan sejenisnya berperan dalam menjaga kesehatan tubuh kita. Namun apa yang menjadi asupan bagi Ruh dan menjaga agar Ruh tetap sehat?

Zikir kepada Allah dan beramal sholeh sebagai bentuk ibadah kita kepada Allah akan menjadikan Ruh kita sehat. Allah berfirman "Wahai jiwa-jiwa yang tenang, kembalilah kalian kepada Tuhanmu dengan ridho dan diridho, maka masuklah kalian kedalam surgaku". Jiwa yang tenang hanya akan diperoleh dengan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Kita tidak akan mendapatkan ketenangan batin dengan menumpuk harta, mengejar kekuasaan atau mengumpulkan banyak teman. Ketenangan jiwa akan kita peroleh dengan beribadah kepada Allah. Beribadah kepada Allah haruslah senantiasa menjadi tujuan hidup kita, semua perbuatan kita merupakan ibadah kepada Allah selama itu diniatkan untuk-Nya.

Dengan memberikan asupan yang baik kepada Ruh, maka Ruh kita akan senantiasa awet muda dan dalam keadaan yang sempurna (tidak cacat). Dengan demikian tidaklah mengherankan bahwa orang-orang yang masuk ke surga, dalam wujud pemuda/pemudi yang rupawan. Karena hanya orang-orang sholeh yang senantiasa mendekatkan diri kepada Allah lah yang akan menjadi penghuni surga.

Wallahu A'lam Bisshowab.


Jumat, 29 Mei 2009

Tips Menghindari Kejahatan Hipnotis

Gendam adalah kejahatan penipuan menggunakan metode hipnotis (hypnosis) dipercaya menggunakan ilmu hitam atau magic atau sihir.

Padahal secara teknis gendam merupakan salah satu atau gabungan dari teknik shock induction, Ericksonian Hypnosis, dan Mind Control (telepati, magnetism) dan termasuk dalam metode hypnosis modern yang sudah dikenal di dunia Barat. Secara teknis, untuk menghindari kejahatan hipnotis sangatlah mudah.

Berikut ini tips dan trik untuk menghindari kejahatan gendam/hipnotis jalanan:

1. Percaya dan yakin sepenuhnya bahwa kejahatan hipnotis tidak akan mempan kepada orang yang menolaknya, karena seluruh proses hipnotis adalah proses "self hypnosis" (kita mensugesti diri sendiri) dimana rasa takut kita dimanfaatkan oleh penggendam.

2. Curigalah pada orang yang baru anda kenal dan berusaha mendekati anda, karena seluruh proses hipnotis merupakan teknik komunikasi yang sangat persuasif.

3. Waspadalah terhadap orang yang menepuk anda dan hindari dari percakapan yang mungkin terjadi. Ketika anda fokus pada ucapannya, pada saat itulah sugesti sedang dilontarkan. Segeralah pindah dari tempat itu dan alihkan perhatian anda ke tempat lain.

4. Sibukkan pikiran anda dan jangan biarkan pikiran kosong pada saat anda sedang sendirian di tempat umum, karena pada saat pikiran kosong/bengong, bawah sadar terbuka sangat lebar dan mudah untuk tersugesti.

5. Waspadalah terhadap rasa mengantuk, mual, pusing, atau dada terasa sesak yang datang tiba-tiba secara tidak wajar, karena kemungkinan saat itu ada seseorang yang berusaha melakukan telephatic forcing kepada anda. Segera niatkan untuk membuang seluruh energi negatif tersebut ke bumi, cukup dengan cara visualisasi dan berdoa menurut agama dan kepercayaan anda.

6. Bila ada orang yang memiliki kebiasaan "latah" usahakan agar kalau bepergian ditemani oleh orang lain, karena latah adalah suatu kebiasaan membuka bawah sadar untuk mengikuti perintah. Usahakanlah untuk menghilangkan kebiasaan latah tersebut.

7. Hati-hati terhadap beberapa orang yang tiba-tiba mengerumuni anda tanpa suatu hal yang jelas dan pergilah ke tempat yang ramai atau laporkan kepada petugas keamanan. Kadang penggendam melakukan hipnotis secara berkelompok seolah-olah saling tidak mengenal.

8. Jika anda mulai merasa memasuki suatu kesadaran yang berbeda, segeralah perintahkan diri anda agar sadar dan normal kembali, dengan meniatkan, "saya sadar dan normal sepenuhnya". Dan anda pun akan sadar dan normal kembali.

Bagi dan sebarluaskanlah informasi ini kepada seluruh rekan/saudara yang anda cintai agar terhidar dari kejahatan hipnotis/gendam yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Sumber: Info KAMTIBMAS Edisi Perdana, November 2008 & www.nsknugroho.com

Semoga dengan informasi di atas kita bisa menghindarkan diri kita dan orang lain dari kejahatan gendam atau hipnotis ini.

Salam sukses !!!

Kamis, 28 Mei 2009

Oh Pondokku.....

Oh Pondokku...
Tempat Naung Kita...
Dari Kecil sehingga Dewasa...

Itulah sepenggalan syair dalam Himne Pondok Pesantren La Tansa. Kalau ada teman-teman sesama alumni yang berkesempatan mampir di blog ini tentu ingat akan syair lagu nostalgia tersebut.

Setelah 6 tahun berjibaku dengan berbagai macam ilmu pengetahuan dan bertahan dengan ketatnya disiplin, akhirnya pada tanggal 14 Juni 1997 kami diwisuda sebagai alumni Pondok Pesantren La Tansa yang menyebut dirinya dengan "OPEL" atau orang pertama La Tansa, walaupun ga pertama-pertama amat sih, kan masih ada tukang bangunan, para Ustadz dan tentu saja Pendiri Pondok Pesantren La Tansa, K.H. Ahmad Rifai Arief serta masih banyak lagi yang penulis sendiri tidak tahu siapa saja yang telah lebih dulu berada di La Tansa.


Enam (6) tahun di Pondok Pesantren La Tansa membawa banyak kenangan, baik itu indah maupun pahit. Cukup banyak teman-teman satu angkatan yang berguguran di tengah jalan. Ini photo kami yang diwisuda pada tanggal 14 Juni 1997 (maaf ya photonya belum canggih jadi ga begitu jelas muka-mukanya:-)




Photo ini sengaja diperkecil demi kepentingan loading agar ga kelamaan, nah kalau teman-teman mau download gambarnya dengan ukuran yang lebih besar, silahkan klik disini.

Di bawah ini saya akan mengutip kembali isi pidato perpisahan yang disampaikan oleh Pimpinan Pondok Pesantren La Tansa K.H. Ahmad Rifai Arief karena mengandung banyak nasehat dan hikmah yang dapat kita ambil. Kalau dalam bahasa Arab istilahnya, yaitu "Khutbatul Wada" atau Khutbah Perpisahan. Teman-teman bisa men-download nya dengan mengklik judulnya atau bisa langsung membacanya di sini, berikut lengkapnya:

JANGAN NODAI IJAZAHMU
Oleh : Drs.K.H. Ahmad Rifa’i Arief.
Cipanas, 14 Juni 1997

“Ingat anak-anakku, bila kamu sanggup hidup berjasa di masyarakat, maka kamu akan tetap hidup dalam masyarakatmu. Jasadmu boleh hilang, tapi jasamu akan selalu dikenang”. Demikianlah salah satu isi pidato Bapak KH Drs. Ahmad Rifai Arief pada acara penglepasan santri Kelas VI Pondok Pesantren La-Tansa, Sabtu 14 Juni 1997. Tak seorangpun tahu, bahwa itu merupakan pidato terakhir, sebelum wafat esok harinya. Meskipun ditujukan khusus untuk para wisudawan/wati santri La Tansa, namun karena sarat dengan wejangan yang sangat bermanfaat maka sangat tepat bila kita simak kembali.

Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.
Al-muhtaromun Bapak-bapak guru beserta ibu-ibu guru,
Wabilkhusus Bapak-bapak, ibu-ibu wali santri kelas VI yang terhormat.

Santriwan dan santriwati pondok pesantren La Tansa yang saya cintai, al-hamdulillahi pada pagi hari ini kita dapat melaksanakan salah satu program kulikuler pondok pesantren La Tansa yaitu penglepasan santri kelas VI, penyerahan ijazah secara formal dari pondok pesantren La Tansa .

Hari ini, izinkanlah ingin lebih banyak berbicara kepada anak-anakku kelas VI.

Anak-anakku kelas VI yang saya cintai,
Hari ini anak-anakku telah mengukir sejarah baru dalam biografi hidupmu. Peristiwa hari ini insya Allah akan memberi kesan yang sangat mendalam dalam lubuk hatimu, dan dalam perjalanan hidupmu. Bahkan peristiwa hari ini, insya Allah akan menjadi momentum yang sangat baik dalam rangka memotivisir perjuangan hidupmu di masa mendatang. Mengapa demikian ? Karena hari ini kalian tahu persis betapa nikmatnya hasil jerih payah yang kalian curahkan selama enam tahun di pondok pesantren La Tansa dalam rangka menuntut ilmu dan mengembangkan jiwa kalian.

Anak-anakku, kini telah menjadi kenyataan di pelupuk matamu, betapa benar nasehat bapak-bapak gurumu, betapa benar nasehat kedua orang tuamu, bahwa kesungguhan, kesabaran dan ketekunan merupakan modal untuk kesuksesan hidupmu. Hari ini, kini kalian tambah yakin bahwa taat kepada Allah, orang tua, guru membuahkan kebahagiaan dan kenikmatan.

Inilah anak-anakku, modalmu yang besar, yang telah kalian raih selama ini, yang harus kalian tumbuh kembangkan dalam meraih cita-cita kalian esok dan masa datang.

Anak-anakku, kalian berada di pondok ini selama empat tahun, atau ada yang enam tahun. Masa itu sangat panjang untuk mewarnai garis hidupmu. Selama masa itu kalian taat terhadap disiplin yang sangat ketat, kalian digembleng dengan sistem belajar yang sangat berat. Namun kalian tekun menuntut ilmu pengetahuan, patuh pada guru, taat kepada peraturan dan sunah-sunah pondok, bahkan kalian pun ikut berperan aktif di pondok ini dengan penuh keikhlasan menjadi pengurus pondok, membimbing adik-adikmu dengan niat ibadah kepada Allah. Itulah modal besarmu. Modal yang kamu miliki untuk perjuangan kalian di masa yang akan datang.

Oleh sebab itu, sekali lagi saya sebagai kyaimu menekankan, kembangkan terus! Yakinlah seyakin-yakinnya bahwa sukses perjuanganmu sangat tergantung kepada ketabahanmu, kesungguhanmu, ketaatanmu dan pengorbananmu.
Berakit-rakit ke hulu, Berenang-renang ke tepian
Bersakit-sakit dahuluBersenang-senang kemudian

Anak-anakku sekalian yang saya cintai,
Tidak semua kawan–kawanmu dahulu sampai ke batas. Beratus kawanmu dahulu di kelas satu, mereka tidak mampu ke batas seperti kalian. Saya sebagai pemimpin pondok menghargai mereka, tetapi saya lebih menghargai kalian karena sampai ke batas akhir. Oleh sebab itu saya tekankan bahwa kalian anak-anakku yang berharga maka hargailah dirimu. Menghargai diri berarti mampu meletakan dirimu di tempat terhormat. Tidak mengotori dirimu dengan sesuatu yang rendah dan tidak berguna.

Dalam hal ini, pandai-pandailah menilai dalam kehidupan yang global ini. Jangan kalian sampai tertipu oleh gemerlapnya dunia ! Belum tentu orang yang menaiki dan mengendarai Mercedes Benz yang mengkilap itu terhormat. Tetapi, kalian tidak hina seseorang yang hanya mengendarai sepeda butut yang dibelakangnya ada karung goni kalau yang dibawa itu halal dan berguna. Oleh sebab itu, pergunakanlah diri pribadimu untuk maksud-maksud yang terhormat, suci, berharga dan bermanfaat di masyarakat kelak. Dengan sikapmu yang demikian itu, tanpa kamu minta kamu akan dihargai oleh masyarakat. Mereka akan menghargai pribadimu. Tetapi saya wanti-wanti, jangan minta dihargai di masyarakat dengan jual tampangmu, sombongmu, jual mahalmu. Jangan diharap kamu mendapatkan penghargaan di masyarakat, bahkan sebaliknya hanya cela, cemooh yang kamu dapat.

Ingat anak-anakku ! Nilai ijazah yang hakiki adalah penghargaan masyarakatmu terhadap jasamu. Adapun yang saya berikan tadi yang berupa kertas tidak akan ada artinya sama sekali kalau kamu tidak bisa berjasa di masyarakat. Bahkan dengan sikapmu yang sombong, akhlakmu yang jatuh, ijazah yang diberikan tidak manfaat, tetapi bahkan ternoda oleh kelakuanmu dan kepribadianmu. Oleh sebab itu, pandai-pandailah anakku menjaga diri di masyarakat.

Ingat anak-anakku ! Bila kamu sanggup hidup berjasa di masyarakatmu maka kamu tidak pernah mati di masyarakat. Jasadmu boleh hilang tetapi jasamu akan selalu dikenang.

Anak-anakku yang tercinta,
Kenalilah dirimu, kehancuran hidup seorang manusia karena tidak mampu mengenali dirinya. Kecil mengaku besar, besar tidak tahu akan kebesarannya, akhirnya kedua-duanya tersungkur ke jurang kehinaan. Kalau kalian kecil, akuilah kekecilan dan kekerdilanmu. Belajarlah sungguh-sungguh supaya menjadi orang besar. Sesudah besar kalian harus mengakui, mengenali bahwa kalian orang besar, jangan meletakan dirimu di tempat-tempat hina ! Bila demikian halnya, kamu akan tetap terhormat. Oleh sebab itu anak-anakku, sering-seringlah kalian bertanya pada dirimu sendiri dimana saja dan kapan saja : “Siapa aku ? Who am I ? Man ana ? “ Jawaban yang diberikan oleh Allah SWT : “ Fasyhad bi-anna muslimun” ( Saksikanlah bahwa aku seorang muslim ).
Memiliki identitas sebagai seorang muslim, remaja muslim, itulah identitas dirimu. Bila kamu pegang teguh itu, kamu akan selamat dunia dan selamat akhirat.

Anak-anakku sekalian yang saya cintai,
Mengenali diri itu sangat penting, sebab dengan mengenali diri berarti kamu memiliki kemampuan untuk berkembang menjadi orang yang berguna. Berkembang ilmumu, berkembang pula akhlakmu. Ketahuilah anak-anakku, masalah utama yang dihadapi manusia kini adalah masalah akhlak, masalah budi pekerti. Kini banyak manusia yang tidak berakhlak mereka pandai, pintar tapi keblinger. Pandai, pintar tapi akhlaknya masih tingkat SD rendah. Banyak yang seperti itu. Oleh sebab itu, anak-anakku sekalian pegang teguh akhlak dan budi pekerti yang telah kamu raih ! Yang telah kamu biasakan di pondok ini, karena itu adalah pesan Rasul sebagaimana sabdanya yang artinya “sesungguhnya aku diutus ke dunia ini adalah hanya untuk menyempurnakan akhlak”. Di tengah-tengah kesuksesan yang kamu raih, ingat bahwa faktor pendukung yang utama adalah keberadaan orang tuamu. Pandang mereka dengan kedua belah matamu, merekalah yang sangat memberikan dukungan moril, materil kepadamu, sehingga kamu berhasil menyandang selendang kebesaran. Semua adalah jerih payah kedua orang tuamu, jangan kalian pandang mereka dengan sebelah mata ! Pandang mereka dengan kedua belah matamu, lihat olehmu wajah-wajah orang tuamu itu ! Terpancar dari roman mereka ketulusan cinta, keikhlasan dan kesayangan yang tak terbatas. Maka pantaskah jika kalian culas ? Pantaskah kalian ingkar dari nasehat orang tuamu ? Pantaskah kalian durhaka ? Jangan mentang-mentang kalian sudah pandai, bisa berpidato dalam bahasa inggris, bisa berpidato dengan bahasa arab, bisa ceramah dengan bahasa Indonesia dengan lancar, tahu ilmu pengetahuan umum, tahu ilmu pengetahuan agama dengan baik. Sekali lagi jangan kalian mentang-mentang pandai, gagah penampilan. Ingat ! Jas yang kamu pakai, dasi yang melilit dilehermu, daster yang kamu kenakan, kerudung indah yang kamu pakai semua itu adalah pemberian bapak dan ibumu. Pantaskah kalian nanti berlaku sombong terhadap kedua orang tuamu ? Pantaskah kalian jika nanti melanggar perintah-perintah kedua orang tuamu ? Adalah tindakan bodoh jika setelah berada di masyarakat kau berada di kedua haribaan kedua orang tua, kamu durhaka kepada mereka. Kiyaimu tidak ikhlas, kiyaimu tidak rela. Ilmumu tidak bermanfaat nak, kalau kamu tidak hormat kepada orang tuamu, ingatlah itu !

Anak-anakku yang saya cintai,
Kami kiyaimu, gurumu dan orang tuamu telah lama merintih, menangis, menengadahkan tangan ke haribaan Allah SWT berdo’a, sebagaimana do’a Nabi Zakaria a.s :
“Wahai Tuhan, anugerahkanlah kepada kami pemimpin generasi baru yang mampu mewarisi perjuangan Ya’kub a.s dan jadikanlah dia mendapatkan ridho-Mu ya Allah”.
Kami semua berdo’a Nak ! Bapakmu, ibumu, setiap malam bersujud simpuh di hadapan Allah SWT, menangis berucap di hadapan Allah SWT : “Tuhanku, anugerahkanlah kami keturunan yang baik, karena Engkau Maha mendengar ya Allah”. Mengapa Nabi Zakaria a.s merintih ? Mengapa kiyaimu dan guru-gurumu menangis ? Mengapa kedua orang tuamu menangis, menengadahkan tangan berdo’a dengan menjerit. Karena Allah SWT sejak dahulu telah memperingatkan dalam surat al-Maryam ayat 59, Allah telah mengingatkan kepada kita semua, bakal datang (kepada) mereka generasi penerus yang selalu meninggalkan shalat, yang selalu mengikuti hawa nafsu, maka mereka akan menemukan kesesatan. Na’udzubillah.
Anak-anakku, kami takut, kalau kalian menjadi anak yang durhaka, tak tahu bersyukur kepada Tuhan. Kamu nanti setelah keluar dari pondok di sini, mudah meninggalkan shalat, mudah meninggalkan jama’ah, kamu mudah terbuai syetan, kamu mudah bergelimang dengan dosa, kamu mudah mengumbar hawa nafsu, hancur hidupmu. Jika demikian, berarti rusak masa depanmu. Sia-sia usaha dan upaya kami orang tua dan gurumu. Hilang cita-cita kami, bila kalian berbuat seperti itu. Mengapa kami selalu merintih, mengapa kami selalu menangis ? Kami selalu berdo’a, karena Allah SWT telah memperingatkan dalam surat an-Nisa’ ayat 9 yang artinya : “Hendaknya kamu takut seandainya mereka meninggalkan di belakang mereka keturunan yang lemah, maka bertakwalah kepada Allah dan berkatalah dengan benar”.

Anak-anakku kelas VI yang saya cintai,
Kami takut kalau-kalau anak-anak kami yang tercinta, yang telah kami bimbing, kami belai selama empat, lima, enam tahun itu, kelak hidupmu itu tak berguna. Karena apa ? Karena kamu lemah imannya, lemah ilmunya, lemah akhlaknya. Apa jadinya bila kalian seperti itu, hancurlah cita-cita kami Nak ! Maka sia-sia usaha dan upaya kami selama ini.
Kami ingin kalian menjadi anak-anak yang sholeh, karena Allah SWT telah menetapkan dalam kitab Zabur bahwa, yang berhak mengelola dunia ini, yang berhak mewarisi dunia ini adalah hanya manusia sholeh.
Allah SWT telah menegaskan itu, dunia ini tidak diberikan kepada manusia yang thoolih, dunia ini akan diberikan hanya kepada manusia sholih. Itu penegasan Allah !
Lalu siapakah anak-anak yang sholeh, siapa generasi yang disebut sholeh itu ? Generasi yang sholeh adalah generasi yang kuat imannya, kuat ilmunya, kuat amal dan baktinya, kuat pula jasanya terhadap masyarakat.
Itu penegasan Allah SWT. Kami ingin kalau anak-anak kami nanti menjadi golongan yang sebaik-baiknya ummat, yang tampil di masyarakat.
Itu keinginan kami, agar kamu menjadi khairu ummah, yaitu manusia-manusia yang secara langsung atau tidak langsung berada di tengah-tengah masyarakat dengan memberi petunjuk, bimbingan untuk merebut kebahagiaan dunia dan kebahagiaan ukhrawi.
Khairu ummah itu adalah mereka yang tetap bersama masyarakat, bersama ummat dalam usaha menjauhi yang mungkar. Khairu ummah itu adalah manusia-manusia yang tampil di masyarakat, yang menjadi Uswatun Hasanah di mana saja berada. Ummat yang seperti inilah yang dirindukan oleh Rasulullah SAW. Setiap saat kami berdo’a, merintih, menangis, bersujud di hadapan Allah SWT, agar kalian memiliki kualitas. Baik fisik, ilmu pengetahuan, akhlak dan kejujuran. Karena dengan faktor itu sajalah, kalian pantas menjadi pemimpin ummat.

Anak-anakku ! Kami berharap, bahwa kalian mampu menjadi pemimpin ummat itu. Kami percaya bahwa kalian memiliki potensi. Maka untuk itulah kami mendidikmu, mengajarimu, membimbingmu, orang tuamu mengeluarkan harta kekayaan, apa saja untukmu ! Punya kambing dijual, punya kerbau dijual, punya sawah dan ladang dijual, hanya untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhanmu.
Kepala mereka jadikan kaki, kaki dijadikan kepala. Semua itu dilakukannya semata-mata hanya untukmu ! Harapan apa yang mereka miliki ?, agar kalian sehat jasmani, sehat akal, memiliki kemampuan ilmu yang banyak, akhlak budi pekerti yang luhur, karena Allah SWT telah menegaskan, bahwa pemimpin ummat itu adalah hanya manusia yang sehat jasmaninya, yang memiliki keluasan ilmu pengetahuan.
Ingatlah dalam surat al-Baqarah ayat 247, ketika Bani Israil protes kepada Allah SWT, tatkala Allah SWT menunjukkan Thaluth sebagai pemimpin Bani Israil, “Mengapa ya Allah, Engkau menjadikan pemimpin kami ini dari Thaluth, sedangkan Thaluth ini bukan dari golongan kami. Kenapa Engkau tidak tunjuk pemimpin dari keturunan kami, ya Allah ?”.
Allah SWT menjawab dengan tegas, bahwa Dia menunjuk Thaluth bukan dari keturunanmu, karena ia memiliki kelebihan dari kalian semua. Apa kelebihan itu ? Basthatun fil-jismi wal-ilmi, kualitas fisik yang hebat dan prima, ilmu pengetahuan yang luas. Itulah Nak, syarat menjadi pemimpin. Tidak boleh pemimpin sakitan. Kalau pemimpinnya tukang sakit, rakyatnya pun sakit semua. Pemimpin harus sehat jasmaninya, luas ilmu pengetahuannya. Bahkan dalam ayat yang lain ditegaskan : “Sesungguhnya yang terbaik untuk dijadikan pemimpin, memangku sesuatu pekerjaan itu adalah al-qawiyul amin”.
Itulah yang ditegaskan kepada anaknya, Nabi Syu’aib a.s, kala ia minta Nabi Musa a.s dijadikan pendampingnya.

Anak-anakku ! Allah SWT telah menegaskan bahwa pemimpin itu diangkat tidak berdasarkan keturunan. Maka kami orang tua ini menyadari kenapa kami memasukkan kamu di Pondok Pesantren La Tansa yang jauh ini. Karena kami punya harapan agar kelak kalian bisa menjadi pemimpin walau kami sendiri bukan seorang pemimpin.

Dari inilah, anak-anakku. Kami orang tuamu berupaya agar kalian memiliki wawasan ilmu pengetahuan, kesehatan fisik dan mental yang prima, agar kalian bisa menjadi pemimpin umat. Oleh karena itu kalian jangan sekali-kali menjadi orang yang dzalim pada masyarakatmu, dzalim terhadap Tuhanmu dan agamamu.

Ingat itu Nak ! Satu langkah kamu berangkat dari pintu gerbang pondok di sini, tanggung jawabmu sudah berada di pundakmu. Kamu jangan mendzalimi dirimu, mendzalimi masyarakatmu, mendzalimi kedua orang tuamu dan agamamu. Kalau kamu berbuat semacam itu, hilang hakmu menjadi pemimpin umat. Itu penegasan Allah SWT dan Allah SWT tidak akan melenceng dari apa yang Dia katakan.

Inilah anak-anakku, rintihan dan tangis kami. Berjuanglah sampai tetes darahmu yang terakhir. Kalau kamu meneruskan pelajaranmu selesaikan dengan baik. Ingat anak-anakku motto pondokmu, prinsip hidup yang ditanamkan di pondokmu : “BERANI HIDUP TAK TAKUT MATI, TAKUT MATI JANGAN HIDUP, TAKUT HIDUP MATI SAJA”. Itu prinsip yang harus kamu pegang teguh.
Sekali kamu melangkah menuntut limu, jangan ada istilah coba-coba. Saya paling tidak senang ada santri Pondok Pesantren Daar El-Qolam dan La Tansa yang ngomong coba-coba. “Saya coba-coba mau ujian UMPTN.” Dalam kamus seorang muslim tidak ada kata coba-coba …!
“SEKALI MAIN API SEKALIAN TERBAKAR, SEKALI BERMAIN AIR SEKALIAN BASAH”, ITU HIDUP !.
Jangan ada istilah coba-coba.

Bapak-bapak, ibu-ibu, wali santri yang saya hormati,
Tibalah saatnya, kami akan menyerahkan putra-putri bapak, ke pangkuan dan keharibaan bapak semua. Selama empat, lima dan enam tahun, anak-anak yang dititipkan kepada kami, diamanatkan kepada kami, untuk membimbing, mendidik mereka dengan sebaik-baiknya. Kami telah berusaha, mencoba dengan segala daya dan upaya yang kami mampu. Tapi sudah barang tentu bapak-bapak, masih banyak hal-hal yang kurang dari mereka, belum mantap iman mereka, belum mantap akhlak mereka, belum sempurna ilmu mereka, masih memerlukan bimbingan, apalagi masalahnya mental pak !, keluar dari pondok di sini, syetan sudah banyak lagi pak !, bahkan sekarang ini bukan hanya ada di pasar, bukan hanya ada di bioskop. Bahkan film-film sekarang ini sudah masuk rumah pak kiyai.

Atas segala kekurangan kami Pak, Bu, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya, beban amanat itu sangat berat kami tanggung. Oleh sebab itu, jangan kami disalahkan kalau suatu saat anak bapak selama enam tahun kami jewer, bahkan ada yang kami keplak Pak !, ada yang kami pukul, ada yang kami jemur, semua itu rasa tanggung jawab terhadap amanat, bukan karena kebencian. Kami pukul mereka dengan do’a : “Ya Allah, syetan yang menempel di tubuhnya ini agar keluar, mereka yang menjadi anak shaleh”. Kami mukul mereka dengan iringan do’a, dengan penuh kasih sayang, agar mereka benar-benar selalu ingat dengan nasehat guru dan orang tua, nasehat Tuhan, nasehat agama.

Pada akhirnya, kami berterima kasih kepada bapak, ibu dan seluruh wali-wali santri yang masih mempercayai Pondok Pesantren La Tansa, yang masih berkembang seperti ini, kalau tadi oleh ketua yayasan dikatakan : "Enam tahun yang lalu, mengapa kami menangis, karena kami rasakan kenikmatan itu”.
Enam tahun yang lalu kami datang ke pondok ini masih berupa sawah. Belum ada satu bangunan pun, kami datang ke sini dengan modal keinginan agar ada di tengah-tengah pegunungan yang sejuk ini, pondok pesantren yang bermanfaat untuk pembinaan ummat. Kami bangun dengan segala jerih payah. Alhamdulillah, banyak wali-wali santri yang memberikan bantuan positif, bahkan dengan masjid ini, bapak-bapak setiap bulan, terus mengalirkan dananya sepuluh ribu, lima belas ribu disertakan dengan uang setiap bulan, yang tidak terasa terjadilah masjid ini seperti ini, dan alhamdulillah sampai saat sekarang masih bisa kita bangun.

Kemudian anak-anakku yang saya cintai,
Kibarkan terus semangat !, “Berjalan sampai ke batas, berlayar sampai ke pulau, mendakilah sampai ke puncak”.
“Tak ada gunung yang tak dapat didaki, tak ada lembah yang tak dapat di turuni. Bila tekadmu, semangat juangmu, kesabaranmu, jihad fi sabilillahmu terus kamu patri, pasti akan ditunjukkan jalan oleh Allah SWT”.

Oleh sebab itu anak-anakku sekalian yang saya cintai, pancangkan bendera cita-citamu setinggi langit, agar kalian menjadi manusia yang berharga dan shaleh.

Selamat jalan anak-anakku, kemenangan ada di pelupuk matamu. Manakala kamu tetap taat kepada Allah SWT, taat kepada Rasulullah SAW, taat kepada orang tuamu, taat kepada nasehat guru-gurumu. Empat faktor itulah, faktor “X” yang akan membuatmu bahagia, menang dan sukses.

Selamat jalan anak-anakku.
Wasalamu’alaikum Wr. Wb.

Maaf ya teman-teman kalau posting-annya jadi kepanjangan...
Bagi yang penasaran, seperti apa wujud Pondok Pesantren La Tansa saat ini, silahkan klik disini.

Salam sukses selalu !!!

Rabu, 27 Mei 2009

Stres dan Prestasi

Stres tampaknya sudah menjadi makanan sehari-hari. Jangankan pekerjaan dan lingkungan yang lebih luas lagi, rumah saja bisa menjadi sumber stres. Tiap anggota keluarga memiliki sumber stresnya tersendiri. Lihat saja para anak yang marah, kesal dan sebal sama orang tuanya dan saudara-saudaranya. Para orang tua juga, dibuat kesal oleh anak-anaknya. Belum lagi para suami atau istri yang merasa tidak dihargai dan disayang lagi oleh pasangannya. Masalah keluarga, ekonomi, tetangga, pekerjaan dan masih banyak lagi yang dapat menjadi sumber stres bagi kita. Pendek kata kehidupan ini akan selalu menjadi sumber stres bagi kita.


Wah kalau begitu sengsara sekali ya kita hidup di dunia ini....

Yang tahu jawabannya tentu kita sendiri.

Coba saja sesekali anda berkunjung ke rumah sakit jiwa, banyak sekali saudara-saudara kita yang dirawat di sana dikarenakan mengalami stres berlebihan sehingga mengakibatkan kondisi kejiwaannya perlu dirawat mulai dari gangguan psikotik (ya kalau orang awam akan menyebutnya "gila" sampai yang ringan-ringan karena diputusin pacar dan perlu berkonsultasi dengan Psikolog atau Psikiater. Tapi jangan salah loh.. diputusin pacar juga bisa menjadi masalah besar bagi orang-orang tertentu dan dapat berakibat signifikan pada kondisi psikologisnya.

Sudah tidak dapat dipungkiri lagi bahwa hidup kita di dunia ini akan selalu dipenuhi dengan permasalahan. Hanya saja kenapa ada orang yang dapat menghadapinya dengan baik bahkan mencapai prestasi yang tinggi namun tidak sedikit pula yang gagal dan berakhir di Rumah Sakit Jiwa atau berkeliaran di jalan-jalan sambil berbicara sendiri dan tidak pernah mandi.

Jawabannya mungkin akan panjang dan banyak sekali, namun di dalam tulisan ini saya hanya akan membahasnya melalui konteks stres.

Apakah stres itu?
"Researchers define stress as a physical, mental, or emotional response to events that causes bodily or mental tension. Simply put, stress is any outside force or event that has an effect on our body or mind." (www.timethoughts.com)
Stres adalah respon fisik, mental atau emosional terhadap kejadian-kejadian yang menyebabkan ketegangan pada tubuh atau mental. Singkatnya, stres adalah setiap kekuatan atau kejadian eksternal yang mempengaruhi tubuh atau pikiran.

Lalu apa akibatnya dari kondisi stres tersebut?
Di dalam wikipedia, disebutkan bahwa simptom-simptom umum dari stres dapat berupa ketegangan otot-otot tubuh, iritasi, ketidakmampuan untuk berkonsentrasi, dan berbagai respon fisik yang bervariasi seperti sakit kepala dan denyut jantung yang meningkat.
Sedangkan secara emosional dapat berupa kecemasan, rasa marah, depresi, frustrasi dan dalam taraf yang berat dapat mengakibatkan gangguan emosional seperti yang sering anda lihat di rumah sakit jiwa.

Bagaimana menghindarkan diri kita dari kondisi stres yang merusak ini?

Pada dasarnya stres bersifat positif, seperti ketika anda sedang dikejar anjing, apalagi anjing gila, tentu anda akan mampu berlari cepat bahkan melompati pagar yang kalau dalam kondisi normal mustahil untuk anda lompati. Atau karena sudah dikejar deadline, anda mampu menghasilkan maha karya yang luar biasa. Mengapa demikian? Hal ini disebut dengan eustress atau stres yang positif. Stres dalam kadar yang wajar menjadi pendorong bagi kita dan memotivasi untuk mencapai hasil yang diinginkan. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat gambar di bawah ini sebagai ilustrasi.



Namun ketika stres yang dialami sudah berlebihan dan bahkan permasalahan-permasalahan yang dialami tidak pernah terselesaikan sehingga menumpuk dapat berakibat kita mengalami distress dan berakibat buruk pada kesehatan mental dan fisik.

Salah satu cara untuk mencegah distress adalah dengan berpikir positif dan melihat sumber stres kita secara objektif. Mulailah untuk memandang semua permasalahan dan kejadian yang kita alami sebagai sesuatu yang menarik, menantang dan bahan pembelajaran buat kita. Lihatlah permasalahan dengan apa adanya. Jangan sampai masalah kecil menjadi besar dan begitu sebaliknya sehingga tidak proporsional dan respon yang kita berikan menjadi tidak efektif.

Selasa, 26 Mei 2009

Khasiat Teh

Kalau bicara tentang teh, tentu anda sudah sangat mengenalnya. Banyak yang menjadikannya sebagai minuman favorit setelah makan atau ketika bersantai. Namun tahukah anda apa saja khasiat dari teh?

Berikut ini adalah khasiat dari teh :

Teh bisa membangkitkan semangat orang, memperkuat kemampuan berpikir dan mengingat.

Teh dapat menghilangkan rasa lelah, mendorong metabolisme serta memiliki fungsi memelihara kemampuan reguler jantung, pembuluh darah, usus lambung dan fungsi lainnya.

Minum teh memiliki manfaat yang sangat baik terhadap pencegahan kerusakan gigi. Menurut penyelidikan dari Inggris menunjukkan, bahwa anak-anak yang sering minum teh, kerusakan giginya dapat berkurang 60% (asal jangan minum tehnya kepanasan aja ya, ntar bukannya memperkuat gigi malahan kebakar tuh mulut).

Daun teh mengandung tidak sedikit unsur mikronutrien yang bermanfaat terhadap tubuh.

Daun teh memiliki efek mengekang tumor ganas, dan dapat secara nyata menghambat pertumbuhan sel kanker.

Minum teh dapat menghambat sel menjadi tua, sehingga bisa memperpanjang umur. Efek anti penuaan daun teh adalah 18 kali lipat lebih besar dari vitamin E. (Nah bagi yang mau awet muda, banyak-banyaklah minum teh :D ).

Minum teh dapat memperlambat dan mencegah pembentukan bintik lemak pada selaput dalam pembuluh darah, mencegah pengerasan pembuluh nadi, tekanan darah tinggi dan penyumbatan pembuluh darah otak.

Minum teh dapat merangsang saraf pusat dan memperkuat kemampuan gerakan.

Minum teh mempunyai efek mengurangi berat badan dan efek kecantikan, khususnya teh wulong lebih nyata terhadap efek tersebut (nah ini nih...yang dicari-cari dan diidam-idamkan kaum wanita ;) )

Minum teh dapat mencegah katarak karena usia lanjut.

Daun teh mengandung asam tanat yang dapat membunuh aneka macam bakteri, maka dapat mencegah dan menyembuhkan radang rongga mulut, radang kerongkongan tenggorokan dan radang usus maupun disentri yang mudah terjadi pada musim panas.

Minum teh dapat melindungi fungsi pembuatan darah. Dalam daun teh mengandung zat proteksi radiasi, menonton tv sambil minum teh dapat mengurangi bahaya radiasi TV, sekaligus dapat melindungi penglihatan.

Minum teh dapat memelihara keseimbangan asam dan basa dalam darah. Daun teh mengandung kafein, theophiline (basa teh) theobromine (basa kakao), xanthine (purine kuning) dan lain-lain. Zat alkaloid, adalah suatu minuman bersifat basa yang sangat baik. Air teh bisa dengan segera diserap ke dalam tubuh dan dioksidasi, menghasilkan kekentalan metabolit sifat basa yang lebih tinggi, dengan demikian dapat dengan segera menetralisir metabolit bersifat basa dalam darah (hehehe...maaf ya, bahasanya ketinggian).

Mencegah kepanasan oleh matahari dan menurunkan suhu badan. Setelah 9 menit minum teh hangat, suhu kulit menurun 1 - 2 derajat C, sehingga orang merasa segar dan kering, sedangkan setelah minum minuman dingin suhu kulit menurun tidak jelas seberapa.

Banyak ya khasiat dari teh, mudah-mudahan bermanfaat :z
(Sumber : PGN Inside Edisi Maret 2009)


Salam sukses!!!


Senin, 25 Mei 2009

Penyesuaian Diri

Allah swt menciptakan manusia sebagai hamba dan wakilnya dimuka bumi. Peran manusia sebagai hamba Allah artinya manusia harus mengikuti seluruh perintah dan menjauhi larangan-Nya. Dan manusia sebagai wakilnya, memiliki konsekuensi mengemban tugas untuk menjaga kelestarian alam dan kelangsungan
hidup manusia itu sendiri di muka bumi. Untuk menunjang peran sebagai wakil-Nya, maka Allah telah menganugerahi manusia kelebihan dari makhluk yang lain, yaitu akal pikiran dan hati nurani.


Manusia sejak dilahirkan akan berhadapan dengan lingkungan yang menuntutnya untuk menyesuaikan diri. Penyesuaian diri yang dilakukan oleh manusia diawali dengan penyesuaian secara fisiologis, yang dikenal dengan adaptasi. Bayi yang baru lahir akan menangis, karena ia dituntut untuk bernafas, dan berfungsinya organ-organ tubuh. Pada dasarnya manusia telah diberikan kemampuan untuk melakukan adaptasi terhadap lingkungannya. Sistem yang mengatur proses adaptasi ini disebut dengan homeostatis, bagaimana mata berkedip ketika ada debu yang masuk ke dalam mata, pori-pori mengeluarkan keringat ketika tubuh kepanasan. Sistem homeostatis ini merupakan usaha tubuh untuk beradaptasi dan mengembalikan keseimbangan tubuh.


Tetapi manusia seiring dengan perkembangannya, tidak hanya membutuhkan adaptasi, juga dituntut untuk mampu menyesuaikan diri secara psikologis yang disering disebut dengan ‘adjustment’ (penyesuaian diri). Ahli Psikologi mendefinisikan penyesuaian diri (adjustment) sebagai usaha individu dalam mengatasi kebutuhan, ketegangan, frustrasi serta konflik dan tercapainya keharmonisan antara tuntutan diri dan lingkungan dengan melibatkan proses mental dan perilaku. Jadi dalam penyesuaian diri (adjustment) terdapat dua bentuk proses, yaitu proses mental/psikologis dan perilaku.

Manusia sejak lahir telah dihadapkan dengan lingkungan, yang menjadi sumber stres. Cara-cara yang dilakukan untuk menghadapi lingkungan (stress) beranekaragam, dan keberhasilan dalam penyesuaian diri pun beranekaragam. Bagi mereka yang berhasil menyesuaikan diri, maka akan dapat hidup dengan harmonis, tetapi bagi mereka yang gagal akan mengalami maladjustment yang ditandai dengan perilaku menyimpang dan tidak sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku di lingkungan atau gangguan yang lain (psikotik, neurotik, psikopatik). Stres terjadi apabila seseorang mengalami tekanan (pressure) dari lingkungan atau ia mengalami hambatan dalam memenuhi kebutuhannya yang mengakibatkan frustrasi dan ia tidak mampu mengatasinya. Dalam menghadapi stres ini akan sangat dipengaruhi oleh individu yang bersangkutan, bagaimana kepribadiannya, persepsinya, dan kemampuannya dalam menyelesaikan masalah.

Tindak kriminal, penyalahgunaan obat-obatan dan narkotika adalah contoh dari kegagalan dalam penyesuaian diri terhadap tekanan dan frustrasi yang dialami dari lingkungan. Karena tuntutan dari kemiskinan yang dideritanya, seorang individu mampu melakukan tindak kriminal seperti menodong, mencuri, bahkan membunuh. Begitu pula dengan perubahan yang dialami oleh seseorang dalam lingkungannya, perubahan tersebut akan menjadi sumber stres, dan ia dituntut untuk menyesuaikan diri sehingga terbentuk kembali keharmonisan antara kebutuhan dirinya dan tuntutan lingkungan.

Penyesuaian diri yang baik (good adjustment) adalah apabila seseorang menampilkan respon yang matang, efisien, memuaskan, dan wholesome. Yang dimaksud dengan respon yang efisien adalah respon yang hasilnya sesuai dengan harapan tanpa membuang banyak energi, waktu atau sejumlah kesalahan. Wholesome maksudnya adalah respon yang ditampilkan adalah sesuai dengan kodrat manusia, dalam hubungannya dengan sesama manusia, dan hubungannya dengan Tuhan.

Penyesuaian diri bersifat relatif, karena tidak ada orang yang mampu menyesuaikan diri secara sempurna. Alasan pertama penyesuaian diri bersifat relatif adalah melibatkan kapasitas seseorang dalam mengatasi tuntutan dari dalam dan dari lingkungan. Kapasitas ini bervariasi antara setiap orang, karena berkaitan dengan kepribadian dan tingkat perkembangan seseorang. Kedua adalah karena kualitas penyesuaian diri bervariasi antara satu masyarakat atau budaya dengan masyarakat atau budaya lainnya. Dan terakhir adalah karena adanya perbedaan-perbedaan pada setiap individu, setiap orang mengalami masa naik dan turun dalam penyesuaian diri.


Salam Sukses !!!
Bisnis Pulsa Tanpa Jualan Pulsa

Mau Komisi Gratis? Klik Disini

Minggu, 24 Mei 2009

SYUKUR

"ALHAMDULILLAHI ROBBIL ALAMIN"

Begitulah kalimat yang seringkali kita ucapkan ketika memperoleh suatu kenikmatan dan kebahagiaan. Kata itu mudah sekali diucapkan entah apakah karena memang sudah hapal diluar kepala atau hanya sekedar kebiasaan saja. Namun seberapa sering ketika kita mengucapkannya disertai dengan pemahaman yang mendalam mengenai arti dan makna kalimat tersebut sehingga menambah keimanan?

Mungkin jarang bahkan mungkin tidak pernah. Kita hanya diajarkan bahwa kalau mendapatkan sesuatu yang membahagiakan ucapkanlah "Alhamdulillah" atau lengkapnya "Alhamdulillahi robbil alamin".


"Alhamdulillahi robbil alamin" terdiri atas empat kata. Pertama, "Alhamdu" yang artinya segala puji. Kedua, "Lillahi" yang artinya milik Allah. Ketiga, "Rab" yang artinya Tuhan, pemilik atau pemelihara. Keempat, "Al-alamin" yang artinya alam semesta. Kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi "Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam".

Coba renungkan baik-baik kalimat tersebut. Betapa luas dan dalam maknanya dalam kehidupan kita. Alam semesta yang begitu luas dengan segala macam kompleksitasnya hanyalah milik Allah. Ia yang menciptakannya dan Ia pulalah yang memelihara dan mengaturnya, "Subhanallah". Kekuatan manusia sungguhlah kecil, jangankan mengatur alam semesta, mengatur diri sendiri saja kita sudah kerepotan. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sendiri dan keluarga saja kita harus kerja keras banting tulang, pergi pagi pulang malam.

Cobalah untuk merenungkan makna kekuasaan Allah di dalam kalimat "Alhamdulillah" setiap kali kita mengucapkannya. Karena kalimat tersebut mengandung makna syukur kita kepada Allah. Apa yang kita peroleh mulai dari tubuh yang sehat, napas kita, detak jantung kita, aliran darah kita, pikiran kita, seluruh tubuh dan jiwa kita, matahari yang menyinari bumi pada siang hari, bulan yang menerangi kita di malam hari dan seluruh alam semesta yang bergerak sesuai dengan aturan Allah merupakan nikmat Allah.

Sebesar apapun yang kita peroleh janganlah menjadikan kita sombong. Sekecil apapun kenikmatan yang kita peroleh janganlah menjadikan kita berkecil hati. Karena hakikatnya semua adalah milik Allah.

Allah sudah berjanji di dalam firmannya :


Artinya :
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih".

Demikian dulu ya...
Mari kita lalui hari-hari kita didunia dengan rasa syukur kepada Allah atas semua nikmatnya.

Salam Sukses !!!
Ubah Pulsa Bulanan Menjadi Income

Mau Komisi Gratis? Klik disini

Jumat, 22 Mei 2009

Jadikan Blog-Mu Lebih Hidup dengan Tag Cloud Dinamis

Horeeee.......:-) lagi gembira ceritanya..
Setelah dicari-cari ketemu juga nih cara membuat tag cloud dinamis yang bisa muter-muter bikin geregetan yang mau ngekliknya.

Ternyata cukup mudah membuatnya, terima kasih nih buat bundoshop dan terima kasih lagi buat yang sudah membuat widget ini pertama kali. Bagi teman-teman blogger yang mau buat tag cloud dinamis seperti yang ada di sidebar blog ini coba deh manfaatkan tutorial dari http://bundoshop.blogspot.com, tapi pastikan sebelumnya semua posting yang akan dimasukkan dalam tag cloud ini sudah diberi label.

Mengenal Diri

Mengenal diri adalah perkara yang gampang-gampang susah. Kenapa begitu?

Untuk bisa mengenal sesuatu pertama kali kita harus mengetahui dulu lalu mulai mempelajari baik itu melalui pertemuan secara langsung atau media-media lain. Katakan saja kita ingin mengenal si A, tentunya tidak mungkin bisa dilakukan kalau kita hanya duduk diam saja tanpa melakukan apa-apa. Kita akan mulai dengan mencari tahu siapa si A ini, kita cari tahu dimana rumahnya, sekolahnya dimana, keluarganya bagaimana, karakternya seperti apa dan seterusnya. Setelah berteman cukup lama barulah kita dapat mengenal si A sedikit. Lo kok cuma sedikit? karena dalam pergaulan sosial seringkali orang menggunakan topeng, begitu pula kita. Makanya tidak mengherankan bagi pasangan suami istri yang baru menikah banyak merasakan keanehan dari pasangannya, kok dia begini ya? karena banyak hal yang tadinya ditutup-tutupi mulai terungkap.


Bagitu pula dengan mengenal diri, tidak cukup dengan hanya sekedar ingin atau tahu bahwa kita harus mengenal diri kita karena kalau begitu kalimat "Man arofa nafsahu fa qod arofa Robbahu" hanya akan menjadi jargon belaka.

Mengenal diri dibutuhkan usaha yang sungguh-sungguh dan waktu yang kita luangkan untuk melakukannya. Untuk mengenal orang lain, kita mungkin terpisahkan oleh jarak, namun untuk mengenal diri jarak tidak menjadi hambatan. Kita hakikatnya selalu bersama dengan diri kita. Meskipun begitu kenapa tidak sedikit orang yang merasa asing dengan dirinya sendiri sehingga mulai bertanya-tanya siapa saya? dan mengalami krisis identitas.

Berikut tip-tip yang bisa saya berikan untuk dapat mengenal diri kita:

  • Luangkan waktu untuk diri kita sendiri
Kompleksitas yang kita hadapi pada era modern ini telah banyak sekali menyita waktu kita karena semakin kompleks sebuah permasalahan semakin banyak waktu dan tenaga yang harus kita curahkan. Jangankan waktu untuk diri sendiri, waktu untuk keluarga pun tersita. Namun bukan berarti kita tidak memiliki waktu untuk diri kita sendiri, yang ada adalah kita tidak cukup memiliki keinginan untuk mengenal diri kita. Manfaatkan waktu kesendirian kita untuk merenung dan memikirkan siapa kita, apa yang telah kita lakukan, mengapa kita melakukannya, bagaimana dampaknya terhadap orang lain dan lingkungan. Lakukan saat-saat luang kita seperti setelah sholat, pada saat istirahat makan siang, sore hari atau waktu-waktu luang lainnya. Jadi jangan semua waktu kita dihabiskan untuk berinteraksi dengan dunia luar. Akrablah dengan diri kita sendiri, cobalah berkomunikasi dengan diri kita sendiri sehingga kita tidak menjadi orang asing di tubuh dan jiwa kita sendiri.

  • Tanyakan pada orang lain (keluarga, teman, guru dan orang-orang di sekitar kita)
Selain merenung dan berkomunikasi dengan diri sendiri kita dapat bertanya dengan orang-orang di sekitar kita. Tanyakan mengenai sifat-sifat kita, perilaku kita, pendapat mereka tentang kita dan sebagainya. Karena sangat mungkin orang lain lebih mengenal diri kita dibandingkan diri kita sendiri. Namun sebelum melakukannya, berusahalan untuk berpikiran positif dan bersedia untuk menerima pendapat serta kritikan orang lain sebagai sesuatu yang membangun dan media evaluasi diri.

  • Catat kejadian-kejadian yang kita alami setiap hari
Untuk poin ini bagi yang suka menulis diary. Karena dengan menulis pengalaman sehari-hari kita, kita dapat membacanya dan merenungkannya di kemudian hari. Di dalam diary selain pengalaman turut tertuang emosi, perasaan dan pikiran kita atas apa yang dialami. Makanya tidak mengherankan para Psikolog dan Psikiater menggunakan diary ini sebagai salah satu sarana untuk mengevaluasi atau menilai kepribadian seseorang.

Sekian dulu ya, semoga bermanfaat. Semoga dengan mengenal diri kita kita dapat lebih mengenal siapa pencipta kita dan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan pada Sang Maha Pencipta Allah SWT.

Tulisan ini terinspirasi dari sebuah blog yang saya baca :
http://dianvitarahmi.blogspot.com/2009/04/kenalkan-aku-dengan-diriku.html

Untuk bisa mengenal diri, tidak cukup dengan keinginan namun harus disertai dengan tindakan, start action dari sekarang.

Kamis, 21 Mei 2009

SEX EDUCATION : Pisau Bermata Dua

Seks seringkali dianggap oleh banyak budaya Timur sebagai hal yang tabu. Banyak orang akan merasa jengah atau tidak nyaman ketika membicarakan tentang topik ini. Namun seks juga merupakan gairah hidup yang tidak dapat lepas dari kehidupan manusia. Bahkan seks dapat menjadi komoditas yang menjual, lihat saja film-film yang beredar, mau judulnya komedi, drama, aksi, thriller maupun horor tidak dapat lepas dari unsur seks. Para pembuat iklan pun rupanya tidak mau ketinggalan untuk menampilkan aspek ini. Baik itu ditunjukkan secara grafis maupun audio melalui dialog dan suara yang dapat diinterpretasikan sebagai ajakan atau aktifitas seksual.

Celakanya hal ini dapat menjerumuskan para generasi muda karena dapat memberikan informasi yang kurang tepat, setengah-setengah dan menimbulkan rasa penasaran. Bukannya memberikan pendidikan seks secara tepat melainkan membangkitkan keingintahuan dan perilaku-perilaku seksual yang sifatnya eksperimen atau coba-coba.

Lalu seberapa pentingkah pendidikan seks dan bagaimana metode yang tepat?

Remaja merupakan usia yang dipenuhi oleh rasa ingin tahu dan masanya bereksperimen. Karena itu tanpa diberikan pendidikan seks pun remaja akan mencari tahu mengenai topik ini baik itu melalui media tertulis, elektronik maupun bertukar informasi antar teman. Tanpa arahan dan kontrol yang tepat dapat menjerumuskan remaja pada informasi-informasi yang menyesatkan dan mengarah pada aktivitas seksual yang melanggar norma susila. Data menunjukkan dari remaja usia 12-18 tahun, 16% mendapat informasi seputar seks dari teman, 35 % dari film porno, hanya 5% dari orang tua. Informasi yang tidak tepat akan mengarahkan remaja pada kegiatan tuna sosial yang merusak masa depannya. Penelitian dari synovate research, 2004 dari 450 remaja Surabaya, Jakarta, Bandung dan Medan menunujukkan 44 % mendapat pengalaman seksual usia 16-18 tahun, 16 % nya usia 13-15 tahun (www.halalsehat.com).

Dengan demikian pendidikan seks bagi remaja adalah hal yang penting, namun tidak cukup hanya dengan pendidikan seks karena pendidikan seks yang tepat pun dapat disalahgunakan dan akhirnya bukannya mengontrol perilaku seks remaja namun membuka pintu bagi aktivitas seksual remaja yang tidak pada tempatnya. Yang utama sebelum memberikan pendidikan seks membentuk pribadi remaja yang bertanggung jawab dan mampu mengarahkan perilakunya sesuai dengan norma tanpa harus dipantau terus menerus oleh orang dewasa. Hal ini perlu dilakukan karena sebagian besar waktu bagi seorang remaja dihabiskan bersama teman-temannya tidak dibawah kendali orang tua atau orang dewasa.

Selain pendidikan seks, pendidikan agama dan penanaman nilai-nilai moral serta norma-norma sosial haruslah dilakukan secara paralel karena informasi yang tepat sekalipun tanpa didasari oleh pemahaman agama dan moral dapat menjadikan senjata makan tuan atau disalahgunakan.

Berikut petikan artikel dari www.halalsehat.com mengenai penanaman informasi seputar seks yang disesuaikan dengan perkembangan jiwa dan fisik :

1. Usia 1-4 tahun

Ketika anak memasuki umur 1-2 tahun, dia sudah mampu mengenali penamaan benda sekitarnya termasuk organ tubuhnya. Pada saat ini dapat dikenalkan organ tubuhnya termasuk organ genetalianya sebagai sebuah keunikan tubuhnya. Memasuki usia 3-5 tahun, anak mempunyai kemampuan mengucapkan kata sederhana dan belajar menjadi pendengar yang baik. Pertanyaan ”mengapa” sering menjadi favoritnya. Dia juga mulai terpengaruh dengan apa yang dilihatnya baik secara langsung maupun lewat tayangan televisi. Pada usia ini anak memerlukan informasi lebih lengkap berkaitan dengan pengenalan jenis kelamin, training toilet, dan sebagainya.

2. Usia 5-7 tahun

Pada usia ini rasa keingintahuan tentang aspek seksual mulai muncul. Sering ada pertanyaan berkaitan dengan organ reproduksinya dan membandingkan dengan orang lain. Dia mulai belajar bersosialisasi sehingga memerlukan bimbingan untuk mengendalikan emosinya terutama eksplorasi terhadap anggota tubuhnya termasuk organ reproduksinya. Peran orang tua dan pendidik dengam mulai mengarahkan kegiatan yang lebih memperjelas identitas jenis kelaminnya seperti perempuan lebih menyukai kegiatan ibunya sedang anak laki-laki menyukai kegiatan ayahnya.

3. Usia 7-10 tahun (masa pra pubertas)

Usia ini merupakan masa mampu membedakan perihal baik dan buruk, mengenali hubungan sebab akibat. Masa yang tepat untuk pengenalan secara mendalam identitas diri terutama organ biologis terhadap lingkungannya. Mengajarkan penjagaan privasi diri, berani menolak terhadap hal yang membahayakannya dan melatih diri untuk menghormati orang lain seperti menanamkan budaya rasa malu, minta izin ketika memasuki kamar orang tua. Membiasakan berdiskusi sederhana tentang fenomena hidup, keunikan organ reproduksinya akan mematangkan jiwa dan mentalnya. Seperti diskusi tentang terjadinya kehamilan memerlukan pertemuan telur dan sperma yang semuanya merupakan kuasa dan kemahaluasan ilmu Alloh.

4. Usia 10-14 tahun (masa pubertas)

Ada perubahan signifikan pada usia ini. Terjadinya menarche, mimpi basah,dan munculnya rasa ketertarikan terhadap lawan jenis. Remaja ini harus sudah memahami batas kesopanan tentang aurot, akhlak pergaulan laki-laki dan perempuan, serta menjaga kemuliaan dan harga dirinya. Menciptakan lingkungan yang kondusif dan menghindarkan dari segala hal yang mampu membangkitkan luapan nafsu dan mampu untuk menguasainya. Seperti menghindarkan dari tayangna film porno, pergaulan bebas dan mengarahkan mereka pada kegiatan positif yang membentuk kematangan berfikir dan pembentukan konsep hidup yang benar.

5. Usia 14-16 Tahun

Masa ini merupakan masa paling kritis. Karena organ repruduksi mulai berfungsi sempurna. Kemampuan untuk bisa hamil menyebabkan remaja harus bersikap tegas dan bertanggung jawab terhadap penggunaan organ reproduksinuya. Orang tua dan pendidik tentunya harus menjamin bahwa secara kematangan berfikir anak mampu mengambil sikap yang benar, memahami konsekuensinya dan dipertanggung jawabkan dihadapan Alloh. Konsep hidup yang meletakkan Alloh sebagai pengatur hidupnya harus sudah menyatu dalam diri remaja.

6. Masa Pemuda

Masa usia pemuda adalah masa kematangan berfikir, memahami tujuan hidup dan hikmah dalam kehidupannya. Kontrol organ reproduksi terbaik dan satu-satunya yang diperintahkan Alloh adalah pernikahan. Dia akan mampu mengambil sikap yang tepat dalam menjaga organ reproduksinya. Ketika memutuskan untuk menikah akan mengupayakan tentang rencana masa depan dari pernikahannya. Ketika memutuskan belum mampu menikah maka dia akan berusaha menjaga kehormatan dan kemuliannya dengan menghindarkan dari segala hal yang mengantarkanya pada kemaksiatan dan kemudhorotan.

Selasa, 19 Mei 2009

Remaja Masa Yang Sulit



Masa remaja adalah masa yang sangat penting dan merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Pada masa ini terjadi perubahan yang drastic baik fisik maupun psikis. Secara fisik pada masa remaja terjadi kematangan organ-organ reproduksi yang banyak mengakibatkan kekhawatiran remaja akan bentuk tubuhnya, selain itu pada masa remaja juga terjadi perubahan harapan dan tuntutan baik orang tua maupun lingkungan. Remaja diharapkan telah mampu mandiri dan tidak tergantung lagi dengan orang tua. Havigurst (Hurlock, 1980 : terjemah, 1997) menyebutkan tugas-tugas perkembangan pada masa remaja, yaitu :

  • Mencapai hubungan baru dan yang lebih matang dengan teman sebaya baik pria maupun wanita
  • Mencapai peran sosial pria, dan wanita
  • Menerima keadaan fisiknya dan menggunakan tubuhnya secara efektif
  • Mengharapkan dan mencapai perilaku sosial yang bertanggung jawab
  • Mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang-orang dewasa lainnya
  • Mempersiapkan karir ekonomi
  • Memperispkan perkawinan dan keluarga
  • Memperoleh perangkat niai dan sistem etis sebagai pegangan untuk berperilaku-mengembangkan ideology.

Tugas-tugas perkembangan di atas harus dipenuhi oleh setiap remaja, kalau terjadi hambatan pada salah satu tugas perkembangan maka akan menghambat tugas-tugas perkembangan pada tahap selanjutnya. Dari tugas-tugas perkembangan yang dikemukakan oleh Havigurst di atas dapat disimpulkan bahwa seorang remaja harus mandiri, mencapai peran sosial dan sistem nilai tertentu, serta mempersiapkan masa depannya.

Erikson (Crain, 1980) menyatakan bahwa tugas utama masa remaja adalah pencapaian identitas diri, yang dimaksud dengan identitas diri adalah perasaan akan siapa saya, dan tempat saya di lingkungan sosial yang lebih luas.

Identitas diri dapat diartikan sebagai cara hidup tertentu yang sudah dibentuk pada masa-masa sebelumnya (masa remaja) dan menentukan peran sosial manakah yang harus dijalankan (Gunarsa, Ny. Singgih D. dan Gunarsa, Singgih D.: 2001).

Identitas diri ini terbentuk melalui proses identifikasi dan eksperimentasi (coba-coba). Seorang remaja akan melakukan identifikasi pada orang dewasa yang dekat dengan dirinya, yang mampu menjalin komunikasi dua arah sehingga tercipta iklim yang kondusif untuk terjadinya identifikasi. Di dalam identifikasi seorang remaja akan mengambil nilai-nilai, sifat-sifat dan pandangan-pandangan dari tokoh identifikasi tersebut. Selain identifikasi remaja akan melakukan eksperimentasi terhadap peran-peran sosial di lingkungannya sebelum ia memutuskan peran apa yang akan dijalaninya dengan penuh komitmen dan tanggung jawab. Melalui proses identifikasi dan kesempatan untuk melakukan eksperimen terhadap peran-peran sosial akan membantu remaja mencapai identitas diri yang meliputi cara hidup dan peran sosial.

Salam Sukses !!!

Sabtu, 16 Mei 2009

Persepsi


Persepsi merupakan sebuah terminologi yang terdapat dalam Psikologi. Kalau teman-teman di Fakultas Psikologi, akan mempelajari tentang persepsi ini di tahun pertama kuliah atau ketika belajar tentang Psikologi Umum. Namun ternyata penggunaan kata persepsi ini sangatlah luas, walaupun dipelajari di tahun pertama, tidak sedikit yang menggunakan terminologi Persepsi di dalam penulisan skripsi.

Lalu apakah Persepsi itu?

Persepsi merupakan suatu proses pemaknaan terhadap objek tertentu, baik itu berupa benda maupun peristiwa. Persepsi akan diawali dengan suatu proses pengindraan lalu timbul perhatian terhadap objek tersebut setelah itu terjadilah persepsi atau pemaknaan. Beberapa hal yang dapat mempengaruhi persepsi, yaitu faktor eksternal maupun internal. Kedekatan objek-objek satu sama lain dapat mempengaruhi persepsi kita. Coba saja lihat dari pengalaman kita, banyak orang mengatakan terhadap dua orang yang sering terlihat bersama "wah si A dan si B lama-lama kelihatan mirip ya". Hal ini adalah salah satu faktor eksternal, sedangkan faktor internal, pengalaman masa lalu, motivasi, need, minat dan aspek-aspek psikologis lainnya turut menentukan proses persepsi kita.

Sepotong ubi rebus tidak akan menarik bagi orang yang baru saja selesai makan nasi dengan daging, namun lain halnya dengan orang yang belum makan atau kelaparan. Bagi orang-orang yang menyenangi musik dangdut, ketika mendengar alunan musik dangdut akan langsung bergoyang, namun bagi yang tidak suka jangankan bergoyang, mendengar kata "dangdut" saja sudah pusing.

Demikian besar peran Persepsi dalam kehidupan kita. Mudah-mudahan dalam kesempatan lain saya akan melanjutkan tulisan mengenai persepsi ini lebih jauh seperti kenapa iklan kok diulang-ulang atau kenapa iklan pompa air menampilkan wanita seksi?

Untuk sekedar intermezo, di bawah ini saya cantumkan link untuk sebuah permainan perpepsi dan ilusi. Bagi yang berminat untuk lihat-lihat silahkan download di sini:


Jumat, 15 Mei 2009

Wortel, Telur & Kopi

Ini adalah kisah antara wortel, telur dan kopi.

Tentunya anda sudah mengenal baik yang namanya wortel, telur dan kopi. Lalu apa maksudnya dengan ketiga benda tersebut?

Ketiga benda tersebut merupakan sebuah cerminan diri kita ketika berhadapan dengan lingkungan, baik itu masyarakat maupun lingkungan kerja. Tiap orang memiliki keunikan tersendiri dan memiliki cara tersendiri dalam berhadapan dengan lingkungannya.

Untuk lebih jelasnya silahkan download slide shownya di bawah ini :


Semoga bermanfaat sebagai bahan renungan dan membangun diri kita menjadi lebih baik dan tangguh.

(Slide show tersebut saya peroleh dari email seorang teman)

Jumat, 08 Mei 2009

RAHASIA HIDUP BAHAGIA

Kebahagiaan tentunya menjadi idaman setiap orang. Segala macam usaha dan upaya dilakuan untuk mencari kebahagiaan. Mulai dari mengejar harta, kekuasaan bahkan ada yang mencarinya dengan berpoligami.

Benarkah kebahagiaan dapat diperoleh dengan banyak harta, jabatan dan wanita?

Jawabannya mungkin ya dan mungkin tidak! Lo kok seperti itu?

Karena kebahagiaan itu tidak berada di objek-objek eksternal namun ada di dalam diri tiap orang. Kalau kebahagiaan itu ada di dalam diri berarti tiap orang bisa hidup bahagia dong? YA!

Hanya permasalahannya adalah apakah ia mau hidup bahagia atau tidak? Dalam sebuah film kartun saya memperoleh pepatah yang menarik ”Dalam diri tiap manusia berisi setengah kebahagiaan dan setengahnya lagi kesengsaraan”.

Jadi tinggal yang mana yang mau kita pilih, kebahagiaan atau kesengsaraan?

Selasa, 05 Mei 2009

Masa Lalu, Masa Kini & Masa Depan

Masa selalu menjadi sebuah misteri bagi banyak orang, coba saja lihat di zaman modern ini banyak bermunculan paranormal-paranormal yang katanya dapat melihat dan meramalkan masa depan.

Film-film bermunculan dan novel-novel diterbitkan yang menceritakan bagaimana orang-orang bisa melintasi masa, baik itu masa lalu maupun masa depan. Berbicara tentang masa selalu menarik dan menimbulkan gairah.

Kalau anda senang menonton film, tentunya anda pernah mendengar bahkan menonton film yang judulnya "Back To the Future" bahkan film ini sampai sambung menyambung (kalau tidak salah sih sampai empat seri). Di film ini diceritakan ada seorang Profesor mampu membuat sebuah mobil super canggih yang mampu melintasi waktu. Keren kan...jangankan jarak ribuan kilo, waktu saja dapat dijelajahinya. Saya tidak akan menceritakan kembali detil filmnya karena nanti kepanjangan karena anda harus membaca tulisan ini sampai ratusan halaman.

Singkatnya film tersebut menceritakan bagaimana masa lalu mempengaruhi saat ini dan saat ini mempengaruhi masa depan. Walaupun penjelajahan waktu secara teknologi saat ini tidak memungkinkan, namun ide cerita dan pesan yang disampaikan oleh film tersebut sangatlah dalam.

Biarlah masa depan tetap menjadi misteri dan lakukan yang terbaik saat ini, karena apa yang kita lakukan saat ini akan berkontribusi untuk masa depan kita. Masa lalu merupakan sebuah kenyataan hidup yang menjadi pengalaman penuh arti. Jadikan ia sebagai pembelajaran dan perbaiki kesalahan-kesalahan yang telah kita lakukan pada masa lalu, ya tentunya bukan dengan kembali ke masa lalu, namun dengan melakukan perbaikan pada saat ini.

Jangan pernah terpaku pada masa lalu karena kita hidup saat ini. Lakukan yang terbaik saat ini demi masa depan.

Tip Mengikuti Psikotes

Psikotes selalu menjadi topik yang menarik untuk dibicarakan. Banyak hal yang diangkat mengenai ini, mulai dari curhat mengenai psikotes yang pernah diikuti sampai pada jual beli soal-soal psikotes. Dan tentu saja tak ketinggalan topik ini, “Tip-tip mengikuti Psikotes”.

Keinginan saya untuk menulis mengenai topik ini didasari kepedulian pada teman-teman yang pernah mengikuti atau ingin mengikuti psikotes. Dengan maraknya penggunaan psikotes sebagai sarana seleksi maupun pengevaluasian karyawan di dunia industri, telah menjadikan psikotes sebagai barang yang “hot wanted” di kalangan pencari kerja. Banyak yang mencari informasi mengenai soal-soal psikotes dan tip-tip agar dapat lulus psikotes. Tentu saja fenomena ini bukanlah tanpa sebab, tingginya tingkat pengangguran di negara kita menjadikan kompetisi untuk memperoleh pekerjaan menjadi sangat tinggi dan ketika dikombinasikan dengan kebutuhan ekonomi yang terus meningkat menjadikan kita terkadang kurang berpikir secara sehat.

Psikotes yang umumnya digunakan dalam proses seleksi karyawan terdiri dari tes objektif dan proyektif. Namun tentu saja alat tes yang digunakan akan bervariasi, sangat tergantung pada kebutuhan dari aspek-aspek psikologis apa yang akan digali.

Tes objektif merupakan tes-tes yang memiliki jawaban yang sudah pasti. Anda di sini diminta untuk menjawab sesuai dengan pilihan jawaban tertentu atau harus memberikan jawaban yang dapat diskor benar dan salah. Biasanya tes objektif digunakan untuk mengukur taraf inteligensi atau aspek-aspek kognitif individu.

Sedangkan tes proyektif dimaksudkan untuk mengevaluasi kepribadian seseorang. Tes proyektif sifatnya ambigu atau tidak memiliki jawaban yang pasti, subjektif dan tergantung pada pribadi masing-masing. Tes ini dikonstruksi sedemikian rupa karena memang dimaksudkan untuk mengukur kepribadian manusia yang sifatnya unik.

Lalu bagaimana agar dapat mengerjakan soal-soal psikotes dengan baik ?

Dalam psikotes, ukuran baiknya adalah anda bekerja sesuai instruksi dan mencerminkan diri anda sendiri. Artinya kalau anda bekerja sendiri tanpa mengikuti instruksi selama psikotes berlangsung, hal ini dapat menunjukkan beberapa hal, yaitu pertama anda tidak memahami instruksi atau anda tidak peduli pada instruksi dan keduanya akan sangat berpengaruh negative kalau anda ingin menjadi karyawan dalam sebuah instansi. Karena tentu saja kalau anda menjadi pihak penyedia kerja tidak ingin menerima karyawan yang lambat memahami perintah maupun yang tidak mau mengikuti perintah. Kalau dalam psikotes saja sudah menunjukkan ketidakpedulian bagaimana ketika bekerja nantinya, karena perilaku yang sudah menjadi kebiasaan akan cenderung berulang.

Kedua, bekerja sendiri tanpa memperhatikan instruksi membuat anda salah mengerjakan sehingga dapat mempengaruhi proses pengolahan hasil, bahkan mungkin tidak dapat diproses lebih lanjut karena menyalahi prosedur/instruksi psikotes. Hal ini tentu saja sangat merugikan diri anda sendiri, bayangkan anda sudah mengikuti psikotes sampai berjam-jam namun hasil anda tidak dapat diproses lebih lanjut sehingga anda dinyatakan tidak lulus psikotes.

Lalu bagaimana dengan latihan psikotes ?

Latihan psikotes boleh saja, itu adalah pilihan anda. Namun di sini saya tidak menyarankan anda untuk berlatih psikotes. Yang perlu anda latih adalah diri anda sendiri. Bentuklah pribadi dan kompetensi anda sehingga pantas untuk menduduki suatu jabatan atau pekerjaan yang anda inginkan. Untuk menjadi sukses dibutuhkan kerja keras dan konsistensi. Sesuatu yang instant seringkali kurang baik hasilnya. Tujuan dari psikotes adalah untuk mengungkap siapa anda sebenarnya jadi tampilkan diri anda apa adanya.

Yang perlu anda perhatikan adalah bahwa pekerjaan yang akan anda kerjakan nanti tidak sama dengan apa yang anda kerjakan saat tes, sehingga kalau hasil psikotes tidak mencerminkan diri anda yang sebenarnya dapat mengakibatkan kesenjangan antara potensi anda dengan tuntutan pekerjaan. Bayangkan anda bekerja pada suatu pekerjaan yang diluar kapasitas, kompetensi maupun minat anda. Tentu saja dapat mengakibatkan frustrasi baik bagi anda maupun bagi orang lain yang bekerja dengan anda.

Akhirnya saran saya bagi teman-teman yang akan mengikuti psikotes adalah jadilah diri anda sendiri (be your self). Psikotes membutuhkan konsentrasi, karena itu istirahat yang cukup, jangan lupa untuk sarapan dan datang tepat waktu. Kerjakan soal-soal psikotes semaksimal mungkin dengan tetap mengikuti instruksi dan arahan dari tester. Kalau ada instruksi yang belum anda pahami jangan malu untuk bertanya, tetapi juga jangan menanyakan hal-hal yang sudah disampaikan dan jelas karena dapat memberikan kesan negatif. Manfaatkan waktu sebaik mungkin, kalau anda sudah selesai mengerjakan sebuah tes, periksa kembali.

Kalau psikotes yang anda jalani membutuhkan waktu lama, maka ada baiknya anda membawa air minum, namun jangan minum ketika sedang mengerjakan soal ya…

Semoga sukses untuk kita semua terutama bagi mereka yang akan mengikuti psikotes.