
Mendengarkan merupakan sebuah keterampilan yang membutuhkan latihan dalam penguasaannya. Keterampilan ini dalam dunia Psikologi menjadi syarat penting kalau ingin menjadi seorang konselor. Kenapa demikian, karena dengan mendengarkan kita dapat menyerap informasi dengan baik, bahkan hanya dengan mendengarkan sudah dapat meringankan beban seseorang.
Lalu apa bedanya, mendengar dan mendengarkan?
Mendengar adalah aktivitas fisiologis yang melibatkan indera pendengaran. Sedangkan mendengarkan tidak hanya sekedar fisiologis, namun juga terlibat secara mental. Ketika mendengarkan, kita dituntut untuk memahami informasi dan terlibat secara aktif, baik melalui isyarat bahasa tubuh seperti tatapan mata dan anggukan maupun melalui pertanyaan-pertanyaan yang bertujuan untuk mengklarifikasi atau memperdalam informasi.
Kok bisa ya, hanya dengan mendengarkan sudah meringankan beban orang lain?
Banyak permasalahan muncul diakibatkan perasaan-perasaan negatif yang menumpuk dan permasalahan yang tidak terselesaikan. Memendam perasaan negatif, lambat laun akan merongrong kesehatan seseorang baik secara fisik maupun psikis. Rasa benci, marah, tidak senang, sakit hati adalah perasaan negatif yang seringkali disimpan baik-baik. Apalagi perasaan itu ditujukan kepada seseorang yang kita hormati maupun sayangi. Atau mungkin juga karena kita bukanlah orang yang asertif sehingga mengungkapkan perasaan tersebut sangatlah sukar. Dengan demikian, ketika ada seseorang yang bersedia mendengarkan keluh kesah dengan penuh pengertian dan kesabaran akan menjadi obat tersendiri, karena dengan menceritakan permasalahan atau perasaan ibaratnya sudah berbagi beban yang selama ini dipikul.
Mendengarkan dengan pengertian ?
Kalau anda pernah curhat pada orang lain, tentu anda dapat membedakan antara teman yang anda jadikan tempat curhat. Ada yang enak untuk dijadikan tempat curhat bahkan mungkin anda menjadi langganan tetapnya, tetapi ada juga yang sekali curhat lalu anda memutuskan untuk tidak akan curhat lagi. Kenapa bisa demikian? Kuncinya adalah mendengarkan. Anda curhat tentu saja bertujuan untuk didengarkan dan mungkin sesekali butuh saran dan nasehat. Pendengar yang baik akan secara total fokus pada anda dan menunjukkan pemahaman atas apa yang anda sampaikan, namun tentu saja tidak menilai dan menghakimi anda atas apa yang disampaikan.
Dengan menunjukkan perhatian dan pemahaman, maka seseorang yang berbicara akan merasa didengarkan dan dipahami. Hal ini akan memunculkan perasaan nyaman dan dihargai. Tentunya akan berbeda ketika anda berkeluh kesah pada teman namun yang terjadi adalah bukannya ia mendengarkan anda namun sibuk pada hal lain atau ia tidak dapat memahami anda karena kurangnya perhatian atas apa yang anda sampaikan. Hal ini menunjukkan bahwa keterampilan mendengarkan sangat dibutuhkan terutama bagi mereka yang ingin menjadi seorang konselor.
Persoalan mendengarkan ini pulalah yang seringkali menjadi pemicu atau memperkeruh perselisihan. Terkadang antara dua orang yang berselisih tidak mencoba untuk saling mendengarkan dan memahami apa yang sebenarnya diutarakan, namun berusaha secara gencar menyampaikan apa yang diinginkan sehingga tidak saling mendengarkan. Kalau kita tidak mendengarkan, bagaimana kita dapat memahami apa yang dimaksudkan oleh lawan bicara kita?
Tip untuk menjadi pendengar yang baik :
-Fokuskan perhatian pada teman bicara dan dengarkan baik-baik apa yang disampaikan
-Jaga kontak mata, namun jangan terus-terusan memandangi teman bicara anda apalagi melihatnya sambil melotot:)
-Condongkan tubuh ke arah teman bicara ketika mendengarkan ceritanya sehingga menunjukkan bahwa anda memperhatikan dan tertarik dengan apa yang disampaikan
-Berikan komentar sesekali yang menunjukkan bahwa anda mendengarkan dan memahami apa yang disampaikannya
-Tanyakan hal-hal yang menurut anda tidak jelas namun jangan bertanya bertubi-tubi nanti anda dikira sedang menginterogasi
-Kalau anda tidak diminta untuk memberikan saran atau nasehat jangan menasehati karena terkadang orang hanya butuh didengarkan bukan dinasehati
-Ketika terjadi perselisihan cobalah untuk menenangkan diri, duduk bersama lalu dengarkan dan pahami apa yang dikeluhkan, dirasakan atau uneg-uneg teman bicara anda
Demikian dulu teman-teman, semoga bermanfaat dan dengan banyak mendengarkan menjadikan kita lebih arif dalam menyikapi kehidupan.
(gambar didownload dari : www.debianindonesia.org)
Lalu apa bedanya, mendengar dan mendengarkan?
Mendengar adalah aktivitas fisiologis yang melibatkan indera pendengaran. Sedangkan mendengarkan tidak hanya sekedar fisiologis, namun juga terlibat secara mental. Ketika mendengarkan, kita dituntut untuk memahami informasi dan terlibat secara aktif, baik melalui isyarat bahasa tubuh seperti tatapan mata dan anggukan maupun melalui pertanyaan-pertanyaan yang bertujuan untuk mengklarifikasi atau memperdalam informasi.
Kok bisa ya, hanya dengan mendengarkan sudah meringankan beban orang lain?
Banyak permasalahan muncul diakibatkan perasaan-perasaan negatif yang menumpuk dan permasalahan yang tidak terselesaikan. Memendam perasaan negatif, lambat laun akan merongrong kesehatan seseorang baik secara fisik maupun psikis. Rasa benci, marah, tidak senang, sakit hati adalah perasaan negatif yang seringkali disimpan baik-baik. Apalagi perasaan itu ditujukan kepada seseorang yang kita hormati maupun sayangi. Atau mungkin juga karena kita bukanlah orang yang asertif sehingga mengungkapkan perasaan tersebut sangatlah sukar. Dengan demikian, ketika ada seseorang yang bersedia mendengarkan keluh kesah dengan penuh pengertian dan kesabaran akan menjadi obat tersendiri, karena dengan menceritakan permasalahan atau perasaan ibaratnya sudah berbagi beban yang selama ini dipikul.
Mendengarkan dengan pengertian ?
Kalau anda pernah curhat pada orang lain, tentu anda dapat membedakan antara teman yang anda jadikan tempat curhat. Ada yang enak untuk dijadikan tempat curhat bahkan mungkin anda menjadi langganan tetapnya, tetapi ada juga yang sekali curhat lalu anda memutuskan untuk tidak akan curhat lagi. Kenapa bisa demikian? Kuncinya adalah mendengarkan. Anda curhat tentu saja bertujuan untuk didengarkan dan mungkin sesekali butuh saran dan nasehat. Pendengar yang baik akan secara total fokus pada anda dan menunjukkan pemahaman atas apa yang anda sampaikan, namun tentu saja tidak menilai dan menghakimi anda atas apa yang disampaikan.
Dengan menunjukkan perhatian dan pemahaman, maka seseorang yang berbicara akan merasa didengarkan dan dipahami. Hal ini akan memunculkan perasaan nyaman dan dihargai. Tentunya akan berbeda ketika anda berkeluh kesah pada teman namun yang terjadi adalah bukannya ia mendengarkan anda namun sibuk pada hal lain atau ia tidak dapat memahami anda karena kurangnya perhatian atas apa yang anda sampaikan. Hal ini menunjukkan bahwa keterampilan mendengarkan sangat dibutuhkan terutama bagi mereka yang ingin menjadi seorang konselor.
Persoalan mendengarkan ini pulalah yang seringkali menjadi pemicu atau memperkeruh perselisihan. Terkadang antara dua orang yang berselisih tidak mencoba untuk saling mendengarkan dan memahami apa yang sebenarnya diutarakan, namun berusaha secara gencar menyampaikan apa yang diinginkan sehingga tidak saling mendengarkan. Kalau kita tidak mendengarkan, bagaimana kita dapat memahami apa yang dimaksudkan oleh lawan bicara kita?
Tip untuk menjadi pendengar yang baik :
-Fokuskan perhatian pada teman bicara dan dengarkan baik-baik apa yang disampaikan
-Jaga kontak mata, namun jangan terus-terusan memandangi teman bicara anda apalagi melihatnya sambil melotot:)
-Condongkan tubuh ke arah teman bicara ketika mendengarkan ceritanya sehingga menunjukkan bahwa anda memperhatikan dan tertarik dengan apa yang disampaikan
-Berikan komentar sesekali yang menunjukkan bahwa anda mendengarkan dan memahami apa yang disampaikannya
-Tanyakan hal-hal yang menurut anda tidak jelas namun jangan bertanya bertubi-tubi nanti anda dikira sedang menginterogasi
-Kalau anda tidak diminta untuk memberikan saran atau nasehat jangan menasehati karena terkadang orang hanya butuh didengarkan bukan dinasehati
-Ketika terjadi perselisihan cobalah untuk menenangkan diri, duduk bersama lalu dengarkan dan pahami apa yang dikeluhkan, dirasakan atau uneg-uneg teman bicara anda
Demikian dulu teman-teman, semoga bermanfaat dan dengan banyak mendengarkan menjadikan kita lebih arif dalam menyikapi kehidupan.
(gambar didownload dari : www.debianindonesia.org)
:D
BalasHapus