Mari kita simak sebuah berita yang ditayangkan di detiknews.com berikut ini :
Minggu, 14/02/2010 18:01 WIB
Hina Guru di Facebook
4 Murid Dipecat karena Guru Tak Mau Memaafkan
Pekanbaru - Keputusan dikeluarkannya empat murid SMU Negeri 4 Tanjungpinang, Kepulauan Riau, sudah merupakan keputusan akhir dari majelis guru. Pertimbangan untuk mengeluarkan karena guru yang merasa dihina muridnya di facebook tidak bersedia memberikan maaf.
Hal itu disampaikan Wakil Kepala Sekolah SMU Negeri 4, Tanjungpinang Yose Rizal saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (14/02/2010). Yose menyebut, sebenarnya pihak sekolah sudah berupa agar guru yang dihina di facebook itu memberikan maaf pada muridnya. Namun, guru tersebut tidak membuka pintu maaf atas ulah murid-muridnya.
"Akhirnya menjelis guru memberikan keputusan untuk dikeluarkan. sebelum mereka mendapatkan sekolah pengganti kita beri kesempatan tetap belajar. Dua murid itu kini sudah pindah sekolah, tapi dua lagi saya belum tahu pasti," kata Yose.
Yose menyebut, tindakan pemindahan ini hanya sebagai bentuk efek jera saja. Di mata para guru, anak-anak itu sudah sangat keterlaluan. Mereka menghina guru yang hinaan itu masalah yang sangat pribadi sekali.
"Dalam facebook mereka menulis sebaiknya guru itu dibuang kelaut aja, dimutilasi saja. Ini jelas tidak pantas. Tapi yang menyakitkan guru itu soal kepribadiannya. Kalau ancaman mutilasi kami anggap itu masih sebatas gurauan saja," kata Yose.
Yose mengakui, kasus penghinaan guru lewat jaringan teman di facebook itu kali pertama terjadi di sekolah mereka. Karena itu, dia berharap ke depan jangan ada lagi murid yang menghina guru baik secara langsung maupun lewat dunia maya.
"Keempat murid yang kami keluarkan itu termasuk selama ini dikenal murid yang baik. Malah salah satu dari mereka masuk dalam kategori murid yang berprestasi," kata Yose.
(cha/irw)
Sekali lagi, berita di atas menunjukkah pada kita betapa mudahnya kita untuk menyalahkan orang lain. Ketika siswa mengemukakan uneg-unegnya melalui sebuah media jejaring sosial, dianggap sebuah hinaan dan berujung kepada "pemecatan".
Facebook lagi-lagi dibawa-bawa atas penyalahgunaan yang dilakukan beberapa orang. Di era demokrasi saat ini tentu saja sudah umum kita dapat menjumpai orang-orang yang secara bebas menyampaikan ide, pendapat maupun kritikan terhadap orang maupun instansi tertentu.
Ketika terjadi sebuah kritikan dalam bentuk uneg-uneg yang disampaikan secara terbuka seperti melalui media jejaring sosial Facebook, tentunya menjadi bahan introspeksi kita bersama. Mengapa seorang siswa lebih menyukai mencurahkan uneg-unegnya ke media jejaring sosial Facebook? tidak disampaikan kepada yang bersangkutan, instansi yang berwenang atau bahkan kepada orang tua sendiri.
Mungkin salah satunya dikarenakan Facebook sebagai sebuah media tidak memberikan "judgement" atau penilaian bahkan tidak menunjukkan ketidaksukaan ketika kita menuliskan sesuatu yang dianggap tidak menyenangkan sehingga banyak orang termasuk siswa-siswa sekolah lebih menyenangi "curhat" atau mencurahkan uneg-unegnya melalui media ini.
Bayangkan ketika seorang siswa yang merasa jengkel kepada gurunya lalu menyampaikannya kepada guru yang lain, kira-kira apa yang akan terjadi? kemungkinan besar seperti yang saya yakini, guru tersebut akan langsung menasehati murid yang bersangkutan bahwa itu tidaklah pantas dan bahkan mungkin akan memarahinya.
Menurut anda, dengan kondisi tersebut di atas, mana yang akan dipilih, apakah Facebook yang akan menerima apa saja apa yang kita "curhatkan" atau kepada guru/orang tua yang akan langsung menasehati anda?
Mudah-mudahan ini menjadi pembelajaran buat kita bersama.
Satu hal lagi, ketika seseorang meengemukakan sesuatu yang tidak menyenangkan mengenai kita, apakah serta merta kita harus menganggapnya sebagai sebuah hinaan dan tidak akan memaafkan hingga orang tersebut menerima ganjarannya. Sekali lagi alangkah baiknya kita melakukan introspeksi terlebih dahulu, kenapa orang tersebut memiliki anggapan negatif mengenai kita? tentu saja tidak ada asap tanpa api dengan kata lain tidak ada sebuah akibat tanpa sebab.
kok bisa ya begitu....
BalasHapusini nm'y penyalahgunaan FB, jangan FB'y yg disalahkan ..
BalasHapuswaduh ampe segitunya ya....
BalasHapuskebangetan mah itu..
wah kok bisa ya gan
BalasHapuswaw.. serem juga tuh..
BalasHapus