Sebelum kita bisa menjawab bagaimana hubungannya, mari kita bahas terlebih dahulu apa itu persepsi?
Persepsi merupakan suatu proses pemaknaan terhadap suatu objek. Objek tersebut dapat berupa berbagai macam hal seperti benda, kejadian, manusia dan sebagainya. Di dalam Kamus Psikologi, C.P. Chaplin, Persepsi diartikan sebagai proses mengetahui atau mengenali objek dan kejadian objektif dengan bantuan indera. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi persepsi adalah objek itu sendiri, cara belajar, keadaan jiwa atau suasana hati, dan faktor-faktor motivasional. Dengan demikian, arti dari suatu objek ditentukan oleh kondisi perangsang/objek itu sendiri dan faktor organisme atau orang yang mempersepsikan.
Proses persepsi diawali dengan adanya perhatian/atensi atau proses pengamatan selektif. Perhatian dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor eksternal, yaitu : perubahan, intensitas, ulangan, kontras dan gerak. Sedangkan faktor internal yaitu : minat, kepentingan dan kebiasaan memperhatikan yang telah dipelajari.
Mana yang lebih menarik buat anda, sebuah gambar atau sebuah film? Kalau dilihat dari sisi faktor eksternal tentu saja film akan lebih menarik karena bersifat dinamis. Namun belum tentu anda akan menjawab film, karena perhatian dan pemaknaan terhadap suatu objek ikut serta ditentukan oleh faktor internal/diri kita sendiri.
Lalu bagaimana halnya dengan persepsi di dalam komunikasi? Joseph A. devito, dalam bukunya yang berjudul “The Interpersonal Communication Book”, mengatakan bahwa persepsi dihasilkan dari apa yang ada di luar diri kita (objek) dan apa yang ada di dalam diri kita seperti, pengalaman, hasrat, kebutuhan dan keinginan, serta apa yang disukai dan dibenci. Persepsi merupakan faktor penting dalam komunikasi interpersonal, karena ia mempengaruhi pilihan kita dalam berkomunikasi. Pesan-pesan yang kita kirimkan dan terima tergantung pada bagaimana kita melihat dunia, bagaimana kita melihat suatu situasi spesifik dan apa yang kita pikirkan tentang orang-orang yang berinteraksi dengan kita.
Mungkin anda pernah mengalami ketika anda meminta seseorang melakukan sesuatu bagi anda, ternyata hasilnya berbeda dengan harapan, terlepas dari daya tangkap yang bersangkutan. Hal ini terjadi karena orang lain juga memaknakan pesan dari kita atau mempersepsikan pesan kita. Perbedaan ini seringkali terjadi ketika pesan tidak disampaikan dengan jelas atau secara langsung (melalui orang lain) sehingga memberikan celah untuk dipersepsikan secara berbeda. Kejadian ini tentu saja berlaku pula buat kita, ketika pesan yang kita terima tidak jelas/ambigu, kita akan mempersepsikan pesan tersebut berdasarkan kepentingan, kebutuhan atau pengalaman kita sendiri.
Lalu bagaimana mengatasinya?
Sampaikan secara jelas pesan anda dan beri kesempatan orang lain untuk bertanya atau lakukan komunikasi dua arah. Belajarlah untuk asertif, yaitu mengatakan apa yang kita pikirkan atau rasakan apa adanya-tentu saja dengan cara yang dapat diterima. Ketika kita tidak memahami pesan yang kita terima, maka bertanyalah!
terimakasih ,,,,, boleh dong Que koleksi tulisannya......
BalasHapus