
Tahukah teman-teman apa yang gratis, mudah, dan membahagiakan ? ya jawabannya adalah SENYUM.
Kita tidak perlu membayar untuk senyum, cukup menaikkan kedua sudut bibir dan membuka sedikit mulut sampai gigi geligi kelihatan, tapi jangan kebanyakan dibukanya apalagi pagi-pagi dan belum sikat gigi.
Senyuman akan menjadikan dunia kita penuh kebahagiaan, bukan hanya kita yang akan merasakannya namun orang-orang disekeliling kita juga akan merasakan atmosfir yang sama. Karena kata ahli sih kalau emosi itu dapat menyebar (kayak virus aja ya:) kalau tidak percaya coba saja praktekkan. Lakukan eksperimen kecil-kecilan, buatlah ekspresi anda semuram mungkin dan pertahankan itu ketika anda berinteraksi dengan orang-orang di sekitar, perhatikan apa dampaknya bagi anda dan bagi lingkungan anda. Anda lakukan itu selama satu minggu dan anda akan mendapat julukan "pembawa aura negatif":) Lalu lakukan pula sebaliknya, tersenyumlah sejak anda pertama kali bangun tidur dan tampilkan ekspresi yang ceria lalu perhatikan pula dampaknya bagi anda dan orang-orang disekitar. Tapi jangan terus-terusan tersenyum walau tidak ada orang ya, nanti anda dikira gila dan berakhir di RS Jiwa deh.
Kok bisa ya, dengan hanya tersenyum dapat membuat kita merasa senang/bahagia?
Menurut ahli lagi nih, menurut Bapak James-Lange emosi itu disebabkan oleh perubahan-perubahan fisiologis/fisik. Jadi kalau kita tertawa/tersenyum maka kita akan merasa bahagia begitu pula kalau kita cemberut kita akan merasa sedih, gusar atau susah hati. Namun menurut teori lain, Bapak Canon-Bard mengatakan sebaliknya, yaitu bahwa perubahan-perubahan fisik/fisiologis disebabkan emosi yang dialami seseorang.
Apa pun kata ahli, kita sendirilah yang merasakan atas apa yang dilakukan. Kenapa kita harus menghadapi hari-hari dengan senyuman?
Pertama, dengan tersenyum akan memberikan perasaan gembira pada kita dan dapat menjadikan kita tetap semangat menjalani hari-hari yang sulit sekalipun. Perasaan gembira atau bahagia akan memberikan energi positif dalam diri yang sangat dibutuhkan terutama menghadapi tantangan yang semakin sulit. Kata gaulnya sih "hidup sudah susah jangan dibuat susah". Perasaan yang bahagia, turut berperan serta bagaimana kita mempersepsikan sebuah permasalahan. Kita dapat melihat permasalahan dengan sudut pandang yang lebih positif dan optimis.
Kedua, dengan tersenyum akan memberikan kebahagiaan kepada orang lain. Ekspresi kita yang menunjukkan kebahagiaan akan berdampak positif bagi orang-orang disekitar kita. Orang lain akan merasa nyaman ketika berinteraksi dengan kita sehingga dapat menumbuhkan rasa persahabatan. Bayangkan saja kalau kita sendiri yang harus bertemu dan berinteraksi dengan seseorang yang tampangnya cemberut saja sepanjang hari, sepertinya pilihannya kalau tidak diam atau menjauh.
Namun perlu diingat, bahwa tersenyum dengan terpaksa dan tidak diikuti dengan niat yang tulus dapat berakibat yang tidak baik juga lo. Orang lain dapat merasakan senyuman yang dibuat-buat dan hanya sekadar formalitas. Karena senyuman ini akan terkesan hambar dan kurang bersahabat.
Jadi berikanlah senyuman dari hati kita dengan tulus dan jalani hari-hari dengan pikiran yang positif dan optimis. Kita yang menjalani hidup ini dan kita pulalah yang dapat memilih mau menjalaninya dengan cara yang bagaimana. Mau susah atau mau mudah? kita yang memilih. Kalaupun ada kesusahan/kesulitan, percayalah bahwa Allah telah menjanjikan adanya kemudahan setelah kesulitan.
Selamat menikmati hidup dan menjalani hari dengan senyuman.
Kita tidak perlu membayar untuk senyum, cukup menaikkan kedua sudut bibir dan membuka sedikit mulut sampai gigi geligi kelihatan, tapi jangan kebanyakan dibukanya apalagi pagi-pagi dan belum sikat gigi.
Senyuman akan menjadikan dunia kita penuh kebahagiaan, bukan hanya kita yang akan merasakannya namun orang-orang disekeliling kita juga akan merasakan atmosfir yang sama. Karena kata ahli sih kalau emosi itu dapat menyebar (kayak virus aja ya:) kalau tidak percaya coba saja praktekkan. Lakukan eksperimen kecil-kecilan, buatlah ekspresi anda semuram mungkin dan pertahankan itu ketika anda berinteraksi dengan orang-orang di sekitar, perhatikan apa dampaknya bagi anda dan bagi lingkungan anda. Anda lakukan itu selama satu minggu dan anda akan mendapat julukan "pembawa aura negatif":) Lalu lakukan pula sebaliknya, tersenyumlah sejak anda pertama kali bangun tidur dan tampilkan ekspresi yang ceria lalu perhatikan pula dampaknya bagi anda dan orang-orang disekitar. Tapi jangan terus-terusan tersenyum walau tidak ada orang ya, nanti anda dikira gila dan berakhir di RS Jiwa deh.
Kok bisa ya, dengan hanya tersenyum dapat membuat kita merasa senang/bahagia?
Menurut ahli lagi nih, menurut Bapak James-Lange emosi itu disebabkan oleh perubahan-perubahan fisiologis/fisik. Jadi kalau kita tertawa/tersenyum maka kita akan merasa bahagia begitu pula kalau kita cemberut kita akan merasa sedih, gusar atau susah hati. Namun menurut teori lain, Bapak Canon-Bard mengatakan sebaliknya, yaitu bahwa perubahan-perubahan fisik/fisiologis disebabkan emosi yang dialami seseorang.
Apa pun kata ahli, kita sendirilah yang merasakan atas apa yang dilakukan. Kenapa kita harus menghadapi hari-hari dengan senyuman?
Pertama, dengan tersenyum akan memberikan perasaan gembira pada kita dan dapat menjadikan kita tetap semangat menjalani hari-hari yang sulit sekalipun. Perasaan gembira atau bahagia akan memberikan energi positif dalam diri yang sangat dibutuhkan terutama menghadapi tantangan yang semakin sulit. Kata gaulnya sih "hidup sudah susah jangan dibuat susah". Perasaan yang bahagia, turut berperan serta bagaimana kita mempersepsikan sebuah permasalahan. Kita dapat melihat permasalahan dengan sudut pandang yang lebih positif dan optimis.
Kedua, dengan tersenyum akan memberikan kebahagiaan kepada orang lain. Ekspresi kita yang menunjukkan kebahagiaan akan berdampak positif bagi orang-orang disekitar kita. Orang lain akan merasa nyaman ketika berinteraksi dengan kita sehingga dapat menumbuhkan rasa persahabatan. Bayangkan saja kalau kita sendiri yang harus bertemu dan berinteraksi dengan seseorang yang tampangnya cemberut saja sepanjang hari, sepertinya pilihannya kalau tidak diam atau menjauh.
Namun perlu diingat, bahwa tersenyum dengan terpaksa dan tidak diikuti dengan niat yang tulus dapat berakibat yang tidak baik juga lo. Orang lain dapat merasakan senyuman yang dibuat-buat dan hanya sekadar formalitas. Karena senyuman ini akan terkesan hambar dan kurang bersahabat.
Jadi berikanlah senyuman dari hati kita dengan tulus dan jalani hari-hari dengan pikiran yang positif dan optimis. Kita yang menjalani hidup ini dan kita pulalah yang dapat memilih mau menjalaninya dengan cara yang bagaimana. Mau susah atau mau mudah? kita yang memilih. Kalaupun ada kesusahan/kesulitan, percayalah bahwa Allah telah menjanjikan adanya kemudahan setelah kesulitan.
Selamat menikmati hidup dan menjalani hari dengan senyuman.
0 komentar:
Poskan Komentar