Selasa, 05 Mei 2009

Tip Mengikuti Psikotes

Psikotes selalu menjadi topik yang menarik untuk dibicarakan. Banyak hal yang diangkat mengenai ini, mulai dari curhat mengenai psikotes yang pernah diikuti sampai pada jual beli soal-soal psikotes. Dan tentu saja tak ketinggalan topik ini, “Tip-tip mengikuti Psikotes”.

Keinginan saya untuk menulis mengenai topik ini didasari kepedulian pada teman-teman yang pernah mengikuti atau ingin mengikuti psikotes. Dengan maraknya penggunaan psikotes sebagai sarana seleksi maupun pengevaluasian karyawan di dunia industri, telah menjadikan psikotes sebagai barang yang “hot wanted” di kalangan pencari kerja. Banyak yang mencari informasi mengenai soal-soal psikotes dan tip-tip agar dapat lulus psikotes. Tentu saja fenomena ini bukanlah tanpa sebab, tingginya tingkat pengangguran di negara kita menjadikan kompetisi untuk memperoleh pekerjaan menjadi sangat tinggi dan ketika dikombinasikan dengan kebutuhan ekonomi yang terus meningkat menjadikan kita terkadang kurang berpikir secara sehat.

Psikotes yang umumnya digunakan dalam proses seleksi karyawan terdiri dari tes objektif dan proyektif. Namun tentu saja alat tes yang digunakan akan bervariasi, sangat tergantung pada kebutuhan dari aspek-aspek psikologis apa yang akan digali.

Tes objektif merupakan tes-tes yang memiliki jawaban yang sudah pasti. Anda di sini diminta untuk menjawab sesuai dengan pilihan jawaban tertentu atau harus memberikan jawaban yang dapat diskor benar dan salah. Biasanya tes objektif digunakan untuk mengukur taraf inteligensi atau aspek-aspek kognitif individu.

Sedangkan tes proyektif dimaksudkan untuk mengevaluasi kepribadian seseorang. Tes proyektif sifatnya ambigu atau tidak memiliki jawaban yang pasti, subjektif dan tergantung pada pribadi masing-masing. Tes ini dikonstruksi sedemikian rupa karena memang dimaksudkan untuk mengukur kepribadian manusia yang sifatnya unik.

Lalu bagaimana agar dapat mengerjakan soal-soal psikotes dengan baik ?

Dalam psikotes, ukuran baiknya adalah anda bekerja sesuai instruksi dan mencerminkan diri anda sendiri. Artinya kalau anda bekerja sendiri tanpa mengikuti instruksi selama psikotes berlangsung, hal ini dapat menunjukkan beberapa hal, yaitu pertama anda tidak memahami instruksi atau anda tidak peduli pada instruksi dan keduanya akan sangat berpengaruh negative kalau anda ingin menjadi karyawan dalam sebuah instansi. Karena tentu saja kalau anda menjadi pihak penyedia kerja tidak ingin menerima karyawan yang lambat memahami perintah maupun yang tidak mau mengikuti perintah. Kalau dalam psikotes saja sudah menunjukkan ketidakpedulian bagaimana ketika bekerja nantinya, karena perilaku yang sudah menjadi kebiasaan akan cenderung berulang.

Kedua, bekerja sendiri tanpa memperhatikan instruksi membuat anda salah mengerjakan sehingga dapat mempengaruhi proses pengolahan hasil, bahkan mungkin tidak dapat diproses lebih lanjut karena menyalahi prosedur/instruksi psikotes. Hal ini tentu saja sangat merugikan diri anda sendiri, bayangkan anda sudah mengikuti psikotes sampai berjam-jam namun hasil anda tidak dapat diproses lebih lanjut sehingga anda dinyatakan tidak lulus psikotes.

Lalu bagaimana dengan latihan psikotes ?

Latihan psikotes boleh saja, itu adalah pilihan anda. Namun di sini saya tidak menyarankan anda untuk berlatih psikotes. Yang perlu anda latih adalah diri anda sendiri. Bentuklah pribadi dan kompetensi anda sehingga pantas untuk menduduki suatu jabatan atau pekerjaan yang anda inginkan. Untuk menjadi sukses dibutuhkan kerja keras dan konsistensi. Sesuatu yang instant seringkali kurang baik hasilnya. Tujuan dari psikotes adalah untuk mengungkap siapa anda sebenarnya jadi tampilkan diri anda apa adanya.

Yang perlu anda perhatikan adalah bahwa pekerjaan yang akan anda kerjakan nanti tidak sama dengan apa yang anda kerjakan saat tes, sehingga kalau hasil psikotes tidak mencerminkan diri anda yang sebenarnya dapat mengakibatkan kesenjangan antara potensi anda dengan tuntutan pekerjaan. Bayangkan anda bekerja pada suatu pekerjaan yang diluar kapasitas, kompetensi maupun minat anda. Tentu saja dapat mengakibatkan frustrasi baik bagi anda maupun bagi orang lain yang bekerja dengan anda.

Akhirnya saran saya bagi teman-teman yang akan mengikuti psikotes adalah jadilah diri anda sendiri (be your self). Psikotes membutuhkan konsentrasi, karena itu istirahat yang cukup, jangan lupa untuk sarapan dan datang tepat waktu. Kerjakan soal-soal psikotes semaksimal mungkin dengan tetap mengikuti instruksi dan arahan dari tester. Kalau ada instruksi yang belum anda pahami jangan malu untuk bertanya, tetapi juga jangan menanyakan hal-hal yang sudah disampaikan dan jelas karena dapat memberikan kesan negatif. Manfaatkan waktu sebaik mungkin, kalau anda sudah selesai mengerjakan sebuah tes, periksa kembali.

Kalau psikotes yang anda jalani membutuhkan waktu lama, maka ada baiknya anda membawa air minum, namun jangan minum ketika sedang mengerjakan soal ya…

Semoga sukses untuk kita semua terutama bagi mereka yang akan mengikuti psikotes.

2 komentar:

  1. pak ksih soal excel yg biasa dpakai untuk test kerja donk
    biar kami thu sdikit bnyaknya test kerja
    trima kasih
    info ini sngat brguna

    BalasHapus
  2. HEHE..pantesan dua x saya ikut psikotes selalu ada pertanyaan yg hampir mirip begini...

    "kalau ada waktu luang di kantor anda lebih suka mencuri atau menonton film bf ?"

    tentu keduanya salah tapi petunjuknya tidak boleh tdk memilih.

    bagaimana jika kita tidak memilih? karena keduanya kita anggap salah.

    apa kita dianggap cenderung tidak menuruti perintah perintih ?

    BalasHapus