Selasa, 19 Mei 2009

Remaja Masa Yang Sulit



Masa remaja adalah masa yang sangat penting dan merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Pada masa ini terjadi perubahan yang drastic baik fisik maupun psikis. Secara fisik pada masa remaja terjadi kematangan organ-organ reproduksi yang banyak mengakibatkan kekhawatiran remaja akan bentuk tubuhnya, selain itu pada masa remaja juga terjadi perubahan harapan dan tuntutan baik orang tua maupun lingkungan. Remaja diharapkan telah mampu mandiri dan tidak tergantung lagi dengan orang tua. Havigurst (Hurlock, 1980 : terjemah, 1997) menyebutkan tugas-tugas perkembangan pada masa remaja, yaitu :

  • Mencapai hubungan baru dan yang lebih matang dengan teman sebaya baik pria maupun wanita
  • Mencapai peran sosial pria, dan wanita
  • Menerima keadaan fisiknya dan menggunakan tubuhnya secara efektif
  • Mengharapkan dan mencapai perilaku sosial yang bertanggung jawab
  • Mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang-orang dewasa lainnya
  • Mempersiapkan karir ekonomi
  • Memperispkan perkawinan dan keluarga
  • Memperoleh perangkat niai dan sistem etis sebagai pegangan untuk berperilaku-mengembangkan ideology.

Tugas-tugas perkembangan di atas harus dipenuhi oleh setiap remaja, kalau terjadi hambatan pada salah satu tugas perkembangan maka akan menghambat tugas-tugas perkembangan pada tahap selanjutnya. Dari tugas-tugas perkembangan yang dikemukakan oleh Havigurst di atas dapat disimpulkan bahwa seorang remaja harus mandiri, mencapai peran sosial dan sistem nilai tertentu, serta mempersiapkan masa depannya.

Erikson (Crain, 1980) menyatakan bahwa tugas utama masa remaja adalah pencapaian identitas diri, yang dimaksud dengan identitas diri adalah perasaan akan siapa saya, dan tempat saya di lingkungan sosial yang lebih luas.

Identitas diri dapat diartikan sebagai cara hidup tertentu yang sudah dibentuk pada masa-masa sebelumnya (masa remaja) dan menentukan peran sosial manakah yang harus dijalankan (Gunarsa, Ny. Singgih D. dan Gunarsa, Singgih D.: 2001).

Identitas diri ini terbentuk melalui proses identifikasi dan eksperimentasi (coba-coba). Seorang remaja akan melakukan identifikasi pada orang dewasa yang dekat dengan dirinya, yang mampu menjalin komunikasi dua arah sehingga tercipta iklim yang kondusif untuk terjadinya identifikasi. Di dalam identifikasi seorang remaja akan mengambil nilai-nilai, sifat-sifat dan pandangan-pandangan dari tokoh identifikasi tersebut. Selain identifikasi remaja akan melakukan eksperimentasi terhadap peran-peran sosial di lingkungannya sebelum ia memutuskan peran apa yang akan dijalaninya dengan penuh komitmen dan tanggung jawab. Melalui proses identifikasi dan kesempatan untuk melakukan eksperimen terhadap peran-peran sosial akan membantu remaja mencapai identitas diri yang meliputi cara hidup dan peran sosial.

Salam Sukses !!!

0 komentar:

Poskan Komentar