Awas, waspadai cara baru pemerkosaan terhadap wanita. Kisah tragis ini dialami oleh seorang karyawati yang baru pulang dari kantornya, sebut saja namanya Dewi. Dia merasa iba melihat ada anak kecil yang menangis tersedu-sedu di jalanan yang ramai kendaraan. sSetelah didekati dan ditanya, anak itu mengaku tersesat tidak tahu jalan pulang ke rumahnya.
Dengan menunjukkan selembar kertas berisi alamat rumahnya, Anak itu pun meminta diantarkan pulang. Meskipun dia belum begitu paham di mana alamat itu berada, tanpa pikir penjang, dewi pun tidak keberatan atas permintaan itu. Yang terpikir saat itu hanya merasa kasihan, apalagi ekspresi anak itu memang benar-benar seperti sedang kebingungan.
Setelah beberapa saat mencari alamat yang ada di kertas itu, Dewi akhirnya menemukan rumah tinggal si anak. Meskipun nampak seeprti rumah tak terurus dan tak berpenghuni, Dewi tidak sempat menaruh curiga. Apalagi anak itu juga yang menunjukkan rumahnya.
Tak menunggu lama, Dewi memencet bel berukuran lumayan besar yang dipasang cukup menonjol di dekat pingtu rumah itu. Namun ketika tangan Dewi baru saja menggapai bel itu, dia kaget, terpental dan tidak sadarkan diri. Ternyata bel itu bertegangan listrik sangat tinggi.
Dewi baru sadar di hari berikutnya dengan kondisi yang mengenaskan. Ia mendapati dirinya dalam keadaan telanjang dalam sebuah rumah kosong. Dia tidak pernah tahu siapa orang yang memperkosanya.
Sumber : Info Kamtibmas, edisi Perdana November'08
Sungguh tragis pengalaman yang diderita oleh Dewi, kebaikan hatinya ternyata berujung pada malapetaka. Kisah tersebut memberikan pelajaran pada kita untuk selalu berhati-hati dan tetap waspada. Orang-orang yang berpikiran jahat selalu mencari celah dan kesempatan untuk memanfaatkan kelengahan kita.
Saran saya kalau menemukan modus seperti di atas, atau hal-hal yang serupa, jangan bertindak sendirian. Laporkan saja kepada pihak yang berwenang (Polisi). Insya Allah niat baik kita akan tetap tercatat sebagai amal ibadah di sisi Allah. Selain itu kita tetap aman bukan :)
Dengan menunjukkan selembar kertas berisi alamat rumahnya, Anak itu pun meminta diantarkan pulang. Meskipun dia belum begitu paham di mana alamat itu berada, tanpa pikir penjang, dewi pun tidak keberatan atas permintaan itu. Yang terpikir saat itu hanya merasa kasihan, apalagi ekspresi anak itu memang benar-benar seperti sedang kebingungan.
Setelah beberapa saat mencari alamat yang ada di kertas itu, Dewi akhirnya menemukan rumah tinggal si anak. Meskipun nampak seeprti rumah tak terurus dan tak berpenghuni, Dewi tidak sempat menaruh curiga. Apalagi anak itu juga yang menunjukkan rumahnya.
Tak menunggu lama, Dewi memencet bel berukuran lumayan besar yang dipasang cukup menonjol di dekat pingtu rumah itu. Namun ketika tangan Dewi baru saja menggapai bel itu, dia kaget, terpental dan tidak sadarkan diri. Ternyata bel itu bertegangan listrik sangat tinggi.
Dewi baru sadar di hari berikutnya dengan kondisi yang mengenaskan. Ia mendapati dirinya dalam keadaan telanjang dalam sebuah rumah kosong. Dia tidak pernah tahu siapa orang yang memperkosanya.
Sumber : Info Kamtibmas, edisi Perdana November'08
Sungguh tragis pengalaman yang diderita oleh Dewi, kebaikan hatinya ternyata berujung pada malapetaka. Kisah tersebut memberikan pelajaran pada kita untuk selalu berhati-hati dan tetap waspada. Orang-orang yang berpikiran jahat selalu mencari celah dan kesempatan untuk memanfaatkan kelengahan kita.
Saran saya kalau menemukan modus seperti di atas, atau hal-hal yang serupa, jangan bertindak sendirian. Laporkan saja kepada pihak yang berwenang (Polisi). Insya Allah niat baik kita akan tetap tercatat sebagai amal ibadah di sisi Allah. Selain itu kita tetap aman bukan :)
makin pinter aja nih penjahat, btw tank's for coming. jangan lupa mampir lagi kapan-kapan yah..
BalasHapus